Aceng lolos ke DPD, masyarakat abaikan rekam jejak
Senin, 28 April 2014 - 15:05 WIB
Aceng lolos ke DPD, masyarakat abaikan rekam jejak
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Bupati Garut Aceng HM Fikri lolos sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan Jawa Barat.
Mantan orang nomor satu di Jabar itu menempati posisi ketiga peraih suara terbanyak di bawah Oni Suwarman dan Eni Sumarni. Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Arry Bainus heran dengan terpilihnya Aceng. "Saya melihat fenomena masyarakat kita itu sedang sakit. Orang kontroversial harusnya tidak terpilih," ujar Arry, Senin (28/4/2014).
Menurut dia, masyarakat seharusnya mempertimbangkan track record atau rekam jejak Aceng yang pernah dilengserkatan atau dimakzulkan dari jabatanya sebagai bupati Garut.
Sekadar mengingatkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2013 lalu memberhentikan Aceng berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) atas rekomendasi DPRD Garut. Aceng dinilai telah melakukan pelanggaran etika karena menikah secara siri lalu menceraikannya secara singkat.
Disinggung faktor kesuksesan Aceng mendulang cukup banyak suara, Arry menilai hal tersebut merupakan dampak seringnya Aceng diberitakan oleh media. "Orang akan melihat Aceng ini sebagai orang terzalimi," katanya.
Kedua, pemberitaan itu juga berdampak pada popularitas Aceng. Kondisi itu justru membawa keuntungan bagi Aceng karena masyarakat cenderung memilih calon yang populer meski track record-nya kurang baik.
Tapi secara keseluruhan, dia memberi apresiasi tersendiri bagi para calon anggota DPD, termasuk Aceng. Sebab kompetisi calon anggota DPD sangat ketat. Dari 36 calon, mereka harus menguasai 26 kabupaten/kota untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya.
"Pemilihan anggota DPD ini luar biasa sulitnya. Mereka harus keliling Jawa Barat (untuk sosialisasi). Saya apresiasi kalau mereka menang," tandas Arry.
Mantan orang nomor satu di Jabar itu menempati posisi ketiga peraih suara terbanyak di bawah Oni Suwarman dan Eni Sumarni. Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Arry Bainus heran dengan terpilihnya Aceng. "Saya melihat fenomena masyarakat kita itu sedang sakit. Orang kontroversial harusnya tidak terpilih," ujar Arry, Senin (28/4/2014).
Menurut dia, masyarakat seharusnya mempertimbangkan track record atau rekam jejak Aceng yang pernah dilengserkatan atau dimakzulkan dari jabatanya sebagai bupati Garut.
Sekadar mengingatkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2013 lalu memberhentikan Aceng berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) atas rekomendasi DPRD Garut. Aceng dinilai telah melakukan pelanggaran etika karena menikah secara siri lalu menceraikannya secara singkat.
Disinggung faktor kesuksesan Aceng mendulang cukup banyak suara, Arry menilai hal tersebut merupakan dampak seringnya Aceng diberitakan oleh media. "Orang akan melihat Aceng ini sebagai orang terzalimi," katanya.
Kedua, pemberitaan itu juga berdampak pada popularitas Aceng. Kondisi itu justru membawa keuntungan bagi Aceng karena masyarakat cenderung memilih calon yang populer meski track record-nya kurang baik.
Tapi secara keseluruhan, dia memberi apresiasi tersendiri bagi para calon anggota DPD, termasuk Aceng. Sebab kompetisi calon anggota DPD sangat ketat. Dari 36 calon, mereka harus menguasai 26 kabupaten/kota untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya.
"Pemilihan anggota DPD ini luar biasa sulitnya. Mereka harus keliling Jawa Barat (untuk sosialisasi). Saya apresiasi kalau mereka menang," tandas Arry.
(dam)