Panglima TNI jamin wanita bisa duduki jabatan operasional
Senin, 21 April 2014 - 18:06 WIB
Panglima TNI jamin wanita bisa duduki jabatan operasional
A
A
A
Sindonews.com - Memperingati Hari Kartini pada 21 April hari ini, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menjamin tentara wanita bisa meduduki posisi operasional di setiap kesatuan yang ada di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Selaku pimpinan TNI, saya memiliki keinginan untuk menciptakan prajurit Wanita TNI sebagai woman fighter pilot atau bisa menduduki jabatan operasional di lingkungan TNI," ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko dalam upacara Apel Bersama Wanita TNI di Lapangan Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta, dalam keterangan yang dikirimkan Puspen TNI, Senin (21/4/2014).
Keinginan Panglima tersebut berdasarkan tuntutan global yang terus bergerak dinamis dan konteks tugas TNI yang semakin tidak ringan. Menurut Panglima, kedepannya prajurit Korps Wanita harus ikut membangun dan mengembangkan semangat sebagai "Melati Pagar Bangsa".
Namun untuk menempati posisi operasional TNI, Panglima mengatakan, semua itu tergantung dari semangat Korps Wanita TNI untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya dengan tidak mengurangi kodratnya sebagai seorang wanita.
"Peluang yang telah terbuka ini harus menjadi titik tolak Korps Wanita TNI, untuk merumuskan rencana strategis secara kreatif komprehensif, guna peningkatan kemampuan," ujar Panglima TNI.
Dalam pengembangan prospektif, saat ini TNI tengah mempersiapkan 38 Taruni, dengan komposisi 16 Taruni Akmil, 10 Taruni AAL, 12 Taruni AAU, dan di tahun 2014 ini juga TNI akan membuka kembali penerimaan Taruni.
"Selaku pimpinan TNI, saya memiliki keinginan untuk menciptakan prajurit Wanita TNI sebagai woman fighter pilot atau bisa menduduki jabatan operasional di lingkungan TNI," ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko dalam upacara Apel Bersama Wanita TNI di Lapangan Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta, dalam keterangan yang dikirimkan Puspen TNI, Senin (21/4/2014).
Keinginan Panglima tersebut berdasarkan tuntutan global yang terus bergerak dinamis dan konteks tugas TNI yang semakin tidak ringan. Menurut Panglima, kedepannya prajurit Korps Wanita harus ikut membangun dan mengembangkan semangat sebagai "Melati Pagar Bangsa".
Namun untuk menempati posisi operasional TNI, Panglima mengatakan, semua itu tergantung dari semangat Korps Wanita TNI untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya dengan tidak mengurangi kodratnya sebagai seorang wanita.
"Peluang yang telah terbuka ini harus menjadi titik tolak Korps Wanita TNI, untuk merumuskan rencana strategis secara kreatif komprehensif, guna peningkatan kemampuan," ujar Panglima TNI.
Dalam pengembangan prospektif, saat ini TNI tengah mempersiapkan 38 Taruni, dengan komposisi 16 Taruni Akmil, 10 Taruni AAL, 12 Taruni AAU, dan di tahun 2014 ini juga TNI akan membuka kembali penerimaan Taruni.
(hyk)