ASEAN diam-diam pantau capres Indonesia

Kamis, 17 April 2014 - 18:57 WIB
ASEAN diam-diam pantau...
ASEAN diam-diam pantau capres Indonesia
A A A
Sindonews.com - Duta Besar ASEAN Rahmat Pramono mengakui, Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang sebentar lagi digelar di Indonesia, mendapatkan sorotan dari negara se-Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN.

Besarnya perhatian negara ASEAN terhadap jalannya pilpres yang akan digelar di Indonesia, bukan disebabkan keikutsertaan salah satu mantan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Prabowo Subianto.

Namun, Indonesia dianggap sebagai salah satu negara besar di kawasan Asia Tenggara. Sehingga perkembangan politik yang terjadi di Indonesia, bisa berpengaruh besar terhadap negara-negara lainnya di kawasan ASEAN.

"Sedikit saja terjadi perkembangan politik di Indonesia, bisa berpengaruh besar terhadap perkembangan politik di kawasan ASEAN. Seperti halnya perkembangan politik yang terjadi di Thailand juga mendapatkan perhatian dari negara-negara lainnya di kawasan Asean," papar Duta Besar ASEAN Rahmat Pramono, kepada Okezone, di Solo,Jawa Tengah,Kamis (17/4/2014).

Menurut Rahmat, munculnya rumor bila majunya Prabowo Subianto dalam pencalonan presiden nanti, menimbulkan kecemasan dan ketakutan di ASEAN, sama sekali tidak mendasar. Majunya mantan prajurit dalam sebuah proses demokrasi di suatu negara, bukanlah hal baru bagi negara-negara di kawasan ASEAN.

Sebaliknya, negara-negara di kawasan ASEAN ini tidak hanya mempelajari tiga kandidat calon presiden dari tiga partai politik perolehan suara teratas berdasarkan hitung cepat. Namun, secara diam-diam, negara-negara di kawasan ASEAN, mempelajari satu persatu kekuatan yang dimiliki kandidat calon presiden yang juga diusung partai perserta pemilu lainnya.

Sehingga, dengan mempelajari capres yang akan maju dalam pemilihan presiden di Indonesia, negara-negara di ASEAN bisa dengan cepat beradaptasi dengan kebijakan baru di Indonesia.

"Tanggapan dari negara-negara lain seperti Thailand, Singapura, Malaysia terhadap capres yang akan maju dalam pilpres nanti tidak ada tanggapan yang menakutkan. Kebanyakan mereka hanya mengira-ngira siapa yang akan tampil sebagai presiden Indonesia yang baru," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved