Investasi politik, Demokrat disarankan jadi oposisi

Kamis, 17 April 2014 - 07:05 WIB
Investasi politik, Demokrat...
Investasi politik, Demokrat disarankan jadi oposisi
A A A
Sindonews.com - Berdasarkan hasil hitungan cepat (quick count) perolehan suara Partai Demokrat di Pemilu Legislatif (Pileg) lalu hanya sebesar 9,2 persen. Mau tak mau, partai penguasa ini harus mencari rekan koalisi untuk memenuhi persyaratan bertarung di Pilpres nanti.

Deputi Direktur The Political Literacy Institute Iding R Hasan mengatakan, partai yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu lebih tepat jika mengambil peran sebagai oposisi untuk lima tahun ke depan. Apalagi, lanjutnya, SBY pernah memberi sinyal itu.

"SBY sebenarnya pernah ngomong oposisi menjadi salah satu alternatif. Memang oposisi sepi uang (kekuasaan) tapi itu investasi politik jangka panjang," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis (17/4/2014).

Menurutnya, banyak sisi positif yang akan didapatkan Demokrat jika mengambil peran sebagai penyimbang pemerintahan baru. Namun, ia meragukan elite-elite Demokrat mau mengambil peran tersebut.

"Sebenarnya untungnya banyak. Pertama, lebih banyak waktu untuk melakukan evaluasi internal dalam berbagai aspek. Kedua, bisa menjadi kekuatan penyeimbang, dan ini baik bagi demokrasi yang meniscayakan checks and balances," jelasnya.

Yang ketiga, kata Iding, Demokrat akan dipandang memberikan pendidikan politik bagi rakyat bahwa berpolitik itu tidak semata-mata mengejar kekuasaan. "Kesemuanya itu akan jadi investasi politik bagi Demokrat setidaknya untuk lima tahun ke depan," ucap dia.

Dosen Komunikasi Politik UIN Jakarta ini berpendapat, mengambil peran oposisi merupakan peluang bagi Demokrat untuk membuktikan dirinya sebagai partai bersih. Artinya, Demokrat tidak perlu takut suatu saat nanti bakal diungkit-ungkit kesalahannya pada waktu berkuasa kalau memilih oposisi.

"Selain itu, pilihan oposisi juga jangan didasari motif balas dendam tapi sebagai kekuatan penyeimbang atau pengontrol kekuasaan. Kalau motif balas dendam, nanti Demokrat asal ngritik saja, dan malah bisa memperburuk citranya," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved