Mantan Wakasad ungkap upaya pembunuhan karakter Prabowo
Rabu, 16 April 2014 - 14:08 WIB
Mantan Wakasad ungkap upaya pembunuhan karakter Prabowo
A
A
A
Sindonews.com - Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 wacana yang mengarah pada pembunuhan karakter bakal calon presiden (capres) semakin meningkat.
Salah satu wacana yang dianggap mengarah pada pembunuhan karakter adalah mengenai kecemasan sejumlah purnawirawan TNI jika Prabowo Subianto menjadi pemenang dalam pilpres.
"Mereka tidak suka dengan Prabowo karena visi dan misinya sebagai presiden. Mereka sepertinya cemas jika Prabowo terpilih menjadi presiden akan membuka semua kesalahan para jenderal itu di masa lalu," ujar mantan Wakasad dan Kasum TNI Letjend (Purn) Suryo Prabowo dalam rilisnya kepada wartawan, Rabu (16/4/2014).
Menurutnya, sumber wacana pembunuhan karakter kepada Prabowo Subianto adalah berasal dari purnawirawan TNI yang dulu tidak loyal kepada Soeharto. Sebaliknya, Prabowo Subianto ketika itu sebagai salah satu jenderal yang loyal kepada Soeharto dan memiliki sejumlah prestasi serta kemampuan di atas rata-rata untuk kalangan militer.
"Ada beberapa jenderal saat itu yang diketahui tidak loyal pada presiden. Jenderal yang lalu mendapat pangkat jenderal kehormatan dari presiden yang dulu menentang Soeharto inilah yang sekarang muncul kembali. Jadi serangan negatif pada Pak Prabowo Subianto ini persoalan subjektif bukan objektif," ungkapnya.
Namun demikian, Prabowo dinilai tidak ada niat sedikitpun untuk membuka kesalahan masa lalu dari para jenderal yang telah menudingnya secara negatif. “Prabowo bahkan mengajak para jenderal seniornya tersebut sama-sama berkontribusi bagi kemajuan Indonesia," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan media, Ketua umum DPP Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI/Polri (PEPABRI) Agum Gumelar meminta Prabowo Subianto untuk sadar diri bertarung di Pilpres 2014. Alasannya, Prabowo dianggap memiliki sejarah kelam khususnya saat aktif di militer.
Salah satu wacana yang dianggap mengarah pada pembunuhan karakter adalah mengenai kecemasan sejumlah purnawirawan TNI jika Prabowo Subianto menjadi pemenang dalam pilpres.
"Mereka tidak suka dengan Prabowo karena visi dan misinya sebagai presiden. Mereka sepertinya cemas jika Prabowo terpilih menjadi presiden akan membuka semua kesalahan para jenderal itu di masa lalu," ujar mantan Wakasad dan Kasum TNI Letjend (Purn) Suryo Prabowo dalam rilisnya kepada wartawan, Rabu (16/4/2014).
Menurutnya, sumber wacana pembunuhan karakter kepada Prabowo Subianto adalah berasal dari purnawirawan TNI yang dulu tidak loyal kepada Soeharto. Sebaliknya, Prabowo Subianto ketika itu sebagai salah satu jenderal yang loyal kepada Soeharto dan memiliki sejumlah prestasi serta kemampuan di atas rata-rata untuk kalangan militer.
"Ada beberapa jenderal saat itu yang diketahui tidak loyal pada presiden. Jenderal yang lalu mendapat pangkat jenderal kehormatan dari presiden yang dulu menentang Soeharto inilah yang sekarang muncul kembali. Jadi serangan negatif pada Pak Prabowo Subianto ini persoalan subjektif bukan objektif," ungkapnya.
Namun demikian, Prabowo dinilai tidak ada niat sedikitpun untuk membuka kesalahan masa lalu dari para jenderal yang telah menudingnya secara negatif. “Prabowo bahkan mengajak para jenderal seniornya tersebut sama-sama berkontribusi bagi kemajuan Indonesia," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan media, Ketua umum DPP Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI/Polri (PEPABRI) Agum Gumelar meminta Prabowo Subianto untuk sadar diri bertarung di Pilpres 2014. Alasannya, Prabowo dianggap memiliki sejarah kelam khususnya saat aktif di militer.
(kur)