Presiden mendatang harus fokus bangun sektor laut

Selasa, 15 April 2014 - 15:50 WIB
Presiden mendatang harus...
Presiden mendatang harus fokus bangun sektor laut
A A A
Sindonews.com - Guru Besar Kelautan dan Perikanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Rokhmin Dahuri meminta presiden Indonesia mendatang, untuk mengubah paradigma pembangunan, dengan lebih memerhatikan dan memfokuskan pembangunan sektor kelautan.

Alasannya, potensi yang didapat dari sektor kelautan sangat besar mengingat, seperempat wilayah Indonesia adalah laut dan Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar di dunia.

"Untuk presiden mendatang ada reorientasi pembangunanlah dari yang jaman penjajah hingga Orde Baru itu basisnya daratan, harus mulai melihat ke laut," kata Rokhmin dalam diskusi Forum Group Discussion Rekonseptualisasi Negara Maritim Indonesia, di Kantor DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jakarta, Selasa (15/42014).

Rokhmin yang pernah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di era Presiden KH Abdurrahman Wahid dan era Presiden Megawati Soekarnoputri ini mengungkapkan, ketika dirinya menjadi menteri, orientasi dan keberpihakan pembangunan sektor kelautan sangat jelas terlihat.

"Waktu saya menjadi menteri itu sudah ada pergeseran orientasi pembangunan, makanya pada waktu itu kita punya gebrakan waktu itu, yaitu menjadikan Deklarasi Juanda tanggal 13 Desember menjadi Hari Nusantara pada waktu jaman Gus Dur dan pada jaman Bu Mega dicanangkan Gerbang Mina Bahari Gerakan Pembangunan Kelautan dan Perikanan," tuturnya.

Sayangnya, saat ini orientasi pembangunan kelautan belum terlihat. Apalagi, Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI) yang ditetapkan Pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam beberapa koridornya masih bertumpu pada pembangunan di daratan.

"Kita lihat Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang ditetapkan pemerintah, itu dari enam koridor dalam MP3EI hanya dua koridor yaitu koridor lima dan enam yang memperhatikan kelautan. Padahal, rata-rata provinsi di Indonesia mempunyai laut," kritiknya.

Ketua Umum DPP LDII KH Abdullah Syam mengatakan, hasil diskusi Forum Group Discussion Rekonseptualisasi Negara Maritim Indonesia ini akan ditawarkan kepada calon presiden dalam rapimnas LDII yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini.

"Kelautan ini sumber daya yang memang potensial untuk dikelola dan kasus-kasus illegal fishing barangkali ke depan presiden kita bisa memperbaiki dan lebih berorientasi pada dunia maritim dan legislatif juga mendukungnya," harapnya.
(maf)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved