Perketat pengawasan cara Kemendikbud tekan kecurangan UN
Minggu, 13 April 2014 - 20:37 WIB
Perketat pengawasan cara Kemendikbud tekan kecurangan UN
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah menegaskan siswa akan sulit mencontek bocoran soal di dalam kelas karena prosedur pengawasan di ruang ujian dibuat ketat.
Mendikbud Muhammad Nuh menyatakan, pemerintah sudah membuat prosedur prosedur pengawasan di dalam kelas yang sangat ketat. Misalnya saja, jika ada siswa yang sering menoleh ke kanan ke kiri akan diingatkan. Jika masih bandel maka akan dicatat namanya sehingga pengawas punya kewenangan untuk memberi sanksi.
"Nanti nama dan nomor ujian siswa itu yang dicatat akan digabung dengan lembar jawabannya. Pada saat pemindaian akan dicek jika hasil jawabannya mencurigakan akan langsung didiskualifikasi," ujarnya ketika melakukan sidak di SMA 70, Jakarta (13/4/2014).
Mantan Menkominfo ini mengungkapkan, meski siswa memiliki kunci jawaban namun siswa akan sulit untuk menggunakannya. Dia mengggambarkan, soal UN akan terbagi menjadi 20 paket soal maka siswa harus membawa kunci untuk 20 paket soal ke ruang kelas.
"Mau ditaruh dimana kunci jawaban sebanyak itu. Sebelum masuk kelas pun siswa akan diperiksa. Tidak boleh membawa alat komunikasi. Tas harus ditaruh di luar kelas atau di depan."
"Siswa yang mau ke toilet juga wajib didampingi. Polisi juga akan mencurigai jika ada siswa yang bergerombol. Mata dan telinga pengawas dan polisi akan terus siaga untuk memantau sekolah agar steril," ungkapnya.
Baca berita:
Kepsek lakukan kecurangan di UN akan dicopot
Mendikbud Muhammad Nuh menyatakan, pemerintah sudah membuat prosedur prosedur pengawasan di dalam kelas yang sangat ketat. Misalnya saja, jika ada siswa yang sering menoleh ke kanan ke kiri akan diingatkan. Jika masih bandel maka akan dicatat namanya sehingga pengawas punya kewenangan untuk memberi sanksi.
"Nanti nama dan nomor ujian siswa itu yang dicatat akan digabung dengan lembar jawabannya. Pada saat pemindaian akan dicek jika hasil jawabannya mencurigakan akan langsung didiskualifikasi," ujarnya ketika melakukan sidak di SMA 70, Jakarta (13/4/2014).
Mantan Menkominfo ini mengungkapkan, meski siswa memiliki kunci jawaban namun siswa akan sulit untuk menggunakannya. Dia mengggambarkan, soal UN akan terbagi menjadi 20 paket soal maka siswa harus membawa kunci untuk 20 paket soal ke ruang kelas.
"Mau ditaruh dimana kunci jawaban sebanyak itu. Sebelum masuk kelas pun siswa akan diperiksa. Tidak boleh membawa alat komunikasi. Tas harus ditaruh di luar kelas atau di depan."
"Siswa yang mau ke toilet juga wajib didampingi. Polisi juga akan mencurigai jika ada siswa yang bergerombol. Mata dan telinga pengawas dan polisi akan terus siaga untuk memantau sekolah agar steril," ungkapnya.
Baca berita:
Kepsek lakukan kecurangan di UN akan dicopot
(kri)