Busyro protes bendera PDIP di depan Gedung KPK
Jum'at, 04 April 2014 - 18:49 WIB
Busyro protes bendera PDIP di depan Gedung KPK
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersuara agak keras menanggapi lima bendera PDIP yang berkibar di tiang-tiang monorel yang terbengkalai tepat di depan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Wakil Ketua KPK M Busyro Muqoddas kaget bendera-bendera tersebut berada tepat di depan gedung. Padahal area di depan KPK adalah area steril dari unsur politik apapun dan dari partai politik (parpol) manapun.
"Yang jelas, kami atas nama KPK tidak menghendaki sekitar Gedung KPK oleh parpol tertentu atau caleg tertentu, kemudian dimanfaatkan dengan berbagai macam cara yang mereka tempuh yang tujuannya untuk menunjukan mereka komit dengan KPK," kata Busyro di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/4/2014).
Dia bahkan tidak mengetahui ada motif apa di balik pemasangan bendera-bendera. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini harus menjelaskan kepada publik motif dan tujuan pemasang bendera itu.
Tak jauh dari bendera-bendera itu, di jembatan penyeberangan terdapat spanduk PDIP yang terpasang foto Joko Widodo (Jokowi) berdampingan dengan Megawati. "Motifnya itu perlu dijelaskan pada publik," tegasnya.
Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) ini menyatakan, pemasangan lima bendera PDIP itu tidak boleh dimanfaatkan menjelang Pileg dan Pilpres 2014. Padahal sampai detik ini, lanjut dia, tidak satupun dari sembilan parpol di DPR menyatakan menarik revisi KUHP dan KUHAP.
"Jadi kalau itu tidak dilakukan, (kemudian) cuma pasang bendera itu, orang menertawakan partai itu sendiri," tandasnya.
Wakil Ketua KPK M Busyro Muqoddas kaget bendera-bendera tersebut berada tepat di depan gedung. Padahal area di depan KPK adalah area steril dari unsur politik apapun dan dari partai politik (parpol) manapun.
"Yang jelas, kami atas nama KPK tidak menghendaki sekitar Gedung KPK oleh parpol tertentu atau caleg tertentu, kemudian dimanfaatkan dengan berbagai macam cara yang mereka tempuh yang tujuannya untuk menunjukan mereka komit dengan KPK," kata Busyro di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/4/2014).
Dia bahkan tidak mengetahui ada motif apa di balik pemasangan bendera-bendera. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini harus menjelaskan kepada publik motif dan tujuan pemasang bendera itu.
Tak jauh dari bendera-bendera itu, di jembatan penyeberangan terdapat spanduk PDIP yang terpasang foto Joko Widodo (Jokowi) berdampingan dengan Megawati. "Motifnya itu perlu dijelaskan pada publik," tegasnya.
Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) ini menyatakan, pemasangan lima bendera PDIP itu tidak boleh dimanfaatkan menjelang Pileg dan Pilpres 2014. Padahal sampai detik ini, lanjut dia, tidak satupun dari sembilan parpol di DPR menyatakan menarik revisi KUHP dan KUHAP.
"Jadi kalau itu tidak dilakukan, (kemudian) cuma pasang bendera itu, orang menertawakan partai itu sendiri," tandasnya.
(kri)