Qodari: Keputusan MK sudah benar

Kamis, 03 April 2014 - 23:52 WIB
Qodari: Keputusan MK...
Qodari: Keputusan MK sudah benar
A A A
Sindonews.com - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan Permohonan Pengujian Undang-Undang (PUU) Nomor 8 Tahun 2012 terus mendapat apresiasi dari sejumlah lembaga survei. Kali ini, apresiasi itu datang dari lembaga survei Indo Barometer.

"Ya memang itulah keputusan yang benar, baik ditinjau dari perspektif akademik, politik dan kepentingan publik," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari melalui pesan singkat kepada Sindonews, Kamis (3/4/2014) malam.

Lebih lanjut, dia mengatakan, keputusan MK itu juga sejalan dengan keputusan sejenis di tahun 2009 terkait quick count (hitung cepat) pemilihan umum presiden dan wakil presiden (Pilpres).

Seperti diketahui, kini semua lembaga survei pemilu terbebas dari ancaman pidana jika menyiarkan hasil surveinya kepada publik. Pasalnya, MK mengabulkan Permohonan Pengujian Undang-Undang (PUU) Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Legislatif (UU Pileg) yang mengatur tentang pengumuman hasil survei maupun penghitungan cepat atau quick count.

"Mengabulkan permohonan para pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua MK Hamdan Zoelva saat membacakan amar putusan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, hari ini.

Dalam hal ini, MK menyatakan pelarangan pengumuman hasil survei pada masa tenang diatur dalam Pasal 247 Ayat 2 serta Pasal 247 Ayat 5. Bahwa perkiraan hasil penghitungan cepat pemilu dilakukan paling cepat dua jam setelah selesai pemungutan suara di wilayah Indonesia bagian barat tidak berlaku lagi.

Selain itu, MK menyatakan Pasal 247, Pasal 291 serta Pasal 317 UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bertentang dengan UUD 1945 dan menyatakannya tidak mengikat secara hukum.

MK dalam pertimbangannya menyatakan, perhitungan cepat atau quick count sejauh dilakukan sesuai dengan prinsip metodologis ilmiah dan tidak bertendensi mempengaruhi pemilih pada masa tenang, maka pengumuman hasil survei tidak dapat dilarang.

Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati mengatakan, dari sejumah quick count selama ini tidak satu pun yang menimbulkan keresahan atau mengganggu ketertiban masyarakat.

Di samping itu, MK berpendapat hak masyarakat untuk tahu merupakan bagian dari hak asasi manusia yaitu kebebasan untuk mendapatkan informasi dan secara a contario juga kebebasan untuk memberikan atau menyampaikan informasi.
(kri)
Berita Terkait
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Sirekap Ngebug, Warganet...
Sirekap Ngebug, Warganet Skeptis dengan Kemampuan Tim IT KPU
Punya Harta Rp9 Miliar,...
Punya Harta Rp9 Miliar, Intip Isi Garasi Ketua KPU Hasyim Asy'ari
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
4 Nama Berkonsultasi...
4 Nama Berkonsultasi Serius ke KPU DKI Terkait Maju Cagub Jakarta Jalur Independen
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved