BMKG perbarui alat deteksi dini tsunami

Rabu, 02 April 2014 - 16:28 WIB
BMKG perbarui alat deteksi...
BMKG perbarui alat deteksi dini tsunami
A A A
Sindonews.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbarui alat pendeteksi dini tsunami. Dengan alat itu, tsunami dapat diprediksi dalam waktu tiga menit.

Kepala BMKG Andi Eka Sakya mengatakan, alat pendeteksi dini tsunami atau decision support system (DSS) dalam waktu lima tahun ke depan, akan dikembangkan.

Menurutnya, DSS saat ini mampu menginformasikan adanya tsunami dalam lima menit. Namun, dengan layanan peringatan dini tsunami, dipercepat menjadi tiga menit.

"Dalam tiga tahun sejak tsunami Aceh 2004, peringatan dini tsunami ditingkatkan prosesnya menjadi lima menit. Namun kami targetkan ke depan menjadi tiga menit," kata Andi Eka di sela rapat koordinasi nasional BMKG, di Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Andi menjelaskan, DSS akan disempurnakan dengan basis data batimetri seluruh pantai yang rentan terhadap tsunami. Precusor tsunami juga akan berbasis infrasound dan seismo ionosphere juga diterapkan. Menurut dia, kedua sistem tersebut yang sangat berpengaruh untuk mempercepat layanan peringatan dini tsunami, dari lima menit menjadi tiga menit dalam lima tahun mendatang.

Alat yang baru tersebut tidak hanya memprediksi jam berapa tsunami datang. Namun mampu memprediksi berapa tinggi gelombang, sehingga dapat mempercepat proses evakuasi warga. Andi menerangkan, pada 2004 ketika gempa dan tsunami di Aceh, diperkirakan waktu sampainya informasi tsunami sekira 20 menit.

Rentang waktu tersebut, sangat lama, padahal waktu tersebut merupakan masa-masa emas bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri. "Karena wilayah pantai kita sangat luas, maka perlu informasi segera tentang tinggi gelombang tsunami dan sampai sejauh mana capaian gelombangnya," terang Andi.

Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menambahkan, perbaruan alat pendeteksi ini karena Indonesia ingin meniru Jepang. Katanya, teknologi peringatan dini Jepang saat ini sudah dapat memberikan informasi tsunami dalam waktu dua menit pascagempa bumi.

"Namun negeri yang rawan gempa itu membutuhkan waktu 50 tahun untuk bisa memprediksi fenomena alam gelombang laut tersebut," ungkapnya.

Menurut Andi ada beberapa hal mengapa bencana berdampak sangat besar yaitu, karena masyarakat tidak tahu kapan bencana terjadi, daya dukung alam yang rentan dan tidak ada sistem peringatan dini.

"Bagian sistem peringatan dini menjadi tugas BMKG untuk mempersiapkan, karena sangat berperan penting dalam evakuasi bencana. Semakin cepat informasi disebarluaskan, semakin besar kemungkinan menolong warga," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan pada Tahun 2023
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Dinilai Perlu Komitmen Semua Pihak
Ribuan Kejadian Bencana...
Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Hari Kesiapsiagaaan...
Hari Kesiapsiagaaan Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Latihan dan Simulasi
Data Terbaru Korban...
Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Mujiyat Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Bencana
Berita Terkini
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
PBNU Tetapkan Ponpes...
PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Bupati Kuansing Minta...
Bupati Kuansing Minta Jatah dari 914 Petani terkait Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved