IPW kritik perlakuan khusus Polri terhadap Jokowi

Rabu, 02 April 2014 - 13:27 WIB
IPW kritik perlakuan...
IPW kritik perlakuan khusus Polri terhadap Jokowi
A A A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) mengingatkan Polri jangan mau dipolitisasi atau ditarik-tarik ke kancah politik oleh capres tertentu. Polri diharapkan konsentrasi dan profesional serta independen dalam menjaga stabilitas kamtibmas sepanjang proses Pemilu 2014.

Untuk itu, IPW mendesak Polri agar menjelaskan secara transparan, apa dan bagaimana proses penambahan aparat pengawalan yang dilakukan Polri terhadap Jokowi, yang merupakan capres PDIP.

"Hal ini agar tidak muncul kecurigaan publik bahwa Polri berpihak kepada capres tertentu, yakni Jokowi," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui rilis yang diterima Sindonews, Rabu (2/4/2014).

IPW menduga, penambahan jumlah personel pengawalan polisi untuk Gubernur DKI Jakarta itu merupakan permintaan Jokowi atau orang-orangnya. Pengawalan yang dilakukan pada Jokowi saat ini belum terkait dengan sistem pengamanan Polri kepada para kandidat capres.

"Soalnya, jadwal pendaftaran capres belum dibuka. Artinya, Jokowi baru pada tahap capres partainya sendiri, PDIP dan belum capres untuk Pilpres 2014. Sehingga pengawalannya belum menjadi tanggung jawab negara," tegasnya.

Dilanjutkannya, sedangkan pengawalan Jokowi sebagai gubernur tentunya tidak sebanyak itu. Jadi bisa dipastikan diperkuatnya pengawalan dari enam personel menjadi 12 personel Polri untuk Jokowi merupakan permintaan dan dibiayai Jokowi.

"Dipahami penambahan jumlah pengawalan itu tentu tak terlepas dari pencalonannya sebagai capres oleh PDIP. Artinya, setelah Jokowi dicalonkan situasi politik tanah air makin menunjukkan eskalasi politik yang kian tinggi," jelas Neta.

Menurutnya, bisa jadi hal ini membuat Jokowi dan PDIP merasa perlu meminta aparat keamanan melakukan penjagaan secara intens maupun melakukan pengawalan ketat. Hal itu tidak masalah asal Polri memberi penjelasan secara tranparan.

Jika tidak, tambahnya, Polri bisa dinilai telah dipolitisasi. Sebab, penambahan pengawalan itu bisa dijadikan pencitraan seolah ada potensi ancaman terhadap Jokowi.

"Situasi ini jelas memojokkan Polri dan mengangkat citra Jokowi sebagai pihak yang terancam atau terzalimi," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved