Parpol basis agama masih kalah pamor
Selasa, 01 April 2014 - 12:04 WIB
Parpol basis agama masih kalah pamor
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan hasil survei Lembaga Klimatologi Politik (LKP), partai berbasis massa Islam belum disukai oleh pemilih pemula. Di mana hasil survei LKP menunjukkan sebanyak 77 persen pemilih pemula lebih memilih partai nasionalis ketimbang partai berbasis massa Islam.
LKP menilai, partai berbasis massa Islam seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB), kalah dengan partai nasionalis.
"Pemilih pemula cenderung lebih menyukai partai nasionalis daripada partai berbasis massa Islam," kata CEO LKP Usman Rachman, dalam pemaparan hasil surveinya di Senayan, Jakarta, Selasa (1/4/2014).
Lanjut Usman, persentase itu berbanding jauh dengan pemilih pemula yang akan memilih partai berbasis massa Islam yang hanya sebesar 19,2 persen.
"Secara umum, persentase pemilih pemula yang mengaku akan memilih partai-partai nasionalis jauh lebih besar dari pada partai Islam," tandasnya.
Sekadar informasi, survei ini dilakukan pada 16 hingga 26 Maret 2014 di 34 provinsi dengan menggunakan sampel sebanyak 1240 responden melalui teknik multi stage random sampling dengan margin of error sekira 2,8 persen dan level of confidence 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara melalui kuisioner.
LKP menilai, partai berbasis massa Islam seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB), kalah dengan partai nasionalis.
"Pemilih pemula cenderung lebih menyukai partai nasionalis daripada partai berbasis massa Islam," kata CEO LKP Usman Rachman, dalam pemaparan hasil surveinya di Senayan, Jakarta, Selasa (1/4/2014).
Lanjut Usman, persentase itu berbanding jauh dengan pemilih pemula yang akan memilih partai berbasis massa Islam yang hanya sebesar 19,2 persen.
"Secara umum, persentase pemilih pemula yang mengaku akan memilih partai-partai nasionalis jauh lebih besar dari pada partai Islam," tandasnya.
Sekadar informasi, survei ini dilakukan pada 16 hingga 26 Maret 2014 di 34 provinsi dengan menggunakan sampel sebanyak 1240 responden melalui teknik multi stage random sampling dengan margin of error sekira 2,8 persen dan level of confidence 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara melalui kuisioner.
(maf)