Buru-buru berasumsi, KPI terkesan juru bicara Jokowi

Selasa, 01 April 2014 - 06:03 WIB
Buru-buru berasumsi,...
Buru-buru berasumsi, KPI terkesan juru bicara Jokowi
A A A
Sindonews.com - Sikap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait iklan ‘Kutagih Janjimu’ di beberapa stasiun televisi nasional yang bernada menyudutkan Gubernur Joko Widodo (Jokowi) dipertanyakan. KPI dinilai terlalu reaktif dan terkesan tidak netral.

Menurut Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin, KPI sebaiknya berhati-hati dalam membuat penilaian terhadap suatu isi siaran atau iklan bermuatan politik yang ditayangkan di televisi.

"Saya menyayangkan adanya pernyataan dari Wakil Ketua KPI (Idy Muzayyad) dalam acara jumpa pers di Kantor Bawaslu kemarin (28/3/2014). KPI seperti terlalu reaktif dalam menanggapi penayangan iklan 'Kutagih Janjimu' itu, karena secara terburu-buru menyimpulkan tayangan tersebut sebagai iklan politik yang bermasalah," ujarnya dalam rilis yang diterima Sindonews, Senin 31 Maret 2014.

Dilanjutkannya, pihaknya setuju dengan KPI yang menyatakan bahwa untuk menampilkan gambar wajah seseorang dalam suatu iklan harus ada izin dari orang bersangkutan. Itu kode etik yang memang harus ditegakkan.

"Untuk sebagian saya setuju dengan KPI, tetapi pada beberapa bagian menurut saya penilaian KPI justru bersoal," tegasnya.

Masalahnya, kata Said, sekalipun kita dapat menduga bahwa Jokowi tidak mungkin memberi izin atas pemuatan gambarnya dalam tayangan itu, tetapi KPI belum pernah memanggil Jokowi untuk menanyakan perihal izin itu.

"Kok bisa KPI langsung menyimpulkan bahwa Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak pernah memberikan izin, sehingga iklan itu dianggap bermasalah? Padahal, Jokowi sendiri baru bersuara soal isu itu satu hari pasca KPI menyampaikan kesimpulannya."

"Apakah anggota KPI itu dukun yang bisa mengetahui jawaban Jokowi sebelum mendengar langsung dari yang bersangkutan? Kalau cara KPI dalam menilai isi siaran didasarkan pada asumsi, saya khawatir nanti publik keliru menganggap KPI sebagai juru bicara Jokowi," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Info Dadan dan 2 Eks...
Info Dadan dan 2 Eks Wakil Kepala BGN Diperiksa di Gedung Bundar, Kejagung Siapkan Tim Dokter
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Amanah dan Tanggung Jawab Berat
Pimpinan BGN Dicopot,...
Pimpinan BGN Dicopot, LPI: :Langkah Tepat untuk Selamatkan Program Prioritas Nasional
OTT di Imigrasi Jakbar...
OTT di Imigrasi Jakbar Terkait Pengurusan Izin Tinggal WNA
OTT di Imigrasi Jakbar,...
OTT di Imigrasi Jakbar, KPK Tangkap Belasan Orang dan Sita Kendaraan hingga Emas
KPK OTT Pejabat Imigrasi...
KPK OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, Menteri Imipas: Baguslah, Sekalian Kita Berbenah
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved