KPU Sumba terbakar, surat suara segera dicetak ulang
Senin, 31 Maret 2014 - 17:18 WIB
KPU Sumba terbakar, surat suara segera dicetak ulang
A
A
A
Sindonews.com - Logistik pemilu legislatif (pileg) musnah oleh pelaku pembakar Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 28 Maret 2014.
Terdapat sekira 800 ribu lembar surat suara, sampul, formulir, hologram, dan 400 buah kotak suara hangus karena kejadian tersebut.
Kepala Biro Logistik KPU Boradi mengatakan, segera mencetak kembali surat suara yang tidak bisa terselamatkan.
"Bisa mulai cetak hari ini. Di Surabaya (Jawa Timur), dekat dengan lokasi. Prosesnya tidak lama, tapi distribusinya itu perlu waktu tiga hari," kata Boradi di Kantor KPU, Senin (31/3/2014).
Dalam pencetakan surat suara, Boradi mengatakan, penyortiran dan pelipatan surat suara juga dilakukan oleh percetakan.
"Kalau surat suara diserahkan dalam bentuk lembaran ke KPU nya, waktu tidak cukup lagi. Iya percetakan juga yang lipat. Tapi soal kondisi keamanan di daerah sana (NTT) saya enggak mengerti," ucapnya.
Boradi mengatakan distribusi membutuhkan waktu tiga hari, karena tidak ada peswat besar yang mampu memuat enam ton dengan total keseluruhan 22 ton surat suara dan logistik lain, dan diperkirakan tanggal 6 April sudah sampai di NTT.
"Masalahnya kalau mau sewa atau carter peswat, pakai hercules misalnya, tidak bisa karena landasan pacu hanya 1.500. Pesawat Wings misalnya tidak bisa, hanya mampu peswat kecil. Mendaratnya pesawat di bandara di pulau itu," pungkasnya.
Terdapat sekira 800 ribu lembar surat suara, sampul, formulir, hologram, dan 400 buah kotak suara hangus karena kejadian tersebut.
Kepala Biro Logistik KPU Boradi mengatakan, segera mencetak kembali surat suara yang tidak bisa terselamatkan.
"Bisa mulai cetak hari ini. Di Surabaya (Jawa Timur), dekat dengan lokasi. Prosesnya tidak lama, tapi distribusinya itu perlu waktu tiga hari," kata Boradi di Kantor KPU, Senin (31/3/2014).
Dalam pencetakan surat suara, Boradi mengatakan, penyortiran dan pelipatan surat suara juga dilakukan oleh percetakan.
"Kalau surat suara diserahkan dalam bentuk lembaran ke KPU nya, waktu tidak cukup lagi. Iya percetakan juga yang lipat. Tapi soal kondisi keamanan di daerah sana (NTT) saya enggak mengerti," ucapnya.
Boradi mengatakan distribusi membutuhkan waktu tiga hari, karena tidak ada peswat besar yang mampu memuat enam ton dengan total keseluruhan 22 ton surat suara dan logistik lain, dan diperkirakan tanggal 6 April sudah sampai di NTT.
"Masalahnya kalau mau sewa atau carter peswat, pakai hercules misalnya, tidak bisa karena landasan pacu hanya 1.500. Pesawat Wings misalnya tidak bisa, hanya mampu peswat kecil. Mendaratnya pesawat di bandara di pulau itu," pungkasnya.
(maf)