Ratusan ribu surat suara ludes terbakar
Sabtu, 29 Maret 2014 - 14:24 WIB
Ratusan ribu surat suara ludes terbakar
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperkirakan ada ratusan ribu surat suara untuk pelaksanaan pemilihan anggota legislatif (pileg) di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur ludes terbakar.
Surat suara yang ludes itu merupakan akibat dari aksi sekelompok orang yang membakar kantor KPU Sumba Barat Daya pada Jumat 28 Maret 2014. "Untuk jumlah semua surat suara terbakar sekitar 200 ribuan surat suara," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu (29/3/2014).
Husni mengatakan, KPU terus melakukan koordinasi dengan KPUD setempat untuk memastikan jumlah total kerusakan logistik pemilu itu. Untuk kasus tersebut, pihaknya berjanji bakal mengganti semua kerusakan.
"(Surat suara) itu semua diganti. Semua yang terbakar akan diganti, dan sekarang ini sedang berproses," ujarnya.
Dalam kasus itu, Husni mengakui adanya dugaan konflik politik yang terjadi pasca pemilukada. Dia enggan menjelaskan terlalu jauh. KPU berharap insiden ini tidak mengganggu tahapan pemilu dan pencoblosan pada 9 April mendatang.
"Kemarin sudah ada rapat di Kupang ditingkat pemerintahan provinsi. Mereka akan melakukan recovery dengan cepat," sambungnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, perisitiwa pembakaran ini diduga dipicu oleh konflik dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, NTT.
Surat suara yang ludes itu merupakan akibat dari aksi sekelompok orang yang membakar kantor KPU Sumba Barat Daya pada Jumat 28 Maret 2014. "Untuk jumlah semua surat suara terbakar sekitar 200 ribuan surat suara," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu (29/3/2014).
Husni mengatakan, KPU terus melakukan koordinasi dengan KPUD setempat untuk memastikan jumlah total kerusakan logistik pemilu itu. Untuk kasus tersebut, pihaknya berjanji bakal mengganti semua kerusakan.
"(Surat suara) itu semua diganti. Semua yang terbakar akan diganti, dan sekarang ini sedang berproses," ujarnya.
Dalam kasus itu, Husni mengakui adanya dugaan konflik politik yang terjadi pasca pemilukada. Dia enggan menjelaskan terlalu jauh. KPU berharap insiden ini tidak mengganggu tahapan pemilu dan pencoblosan pada 9 April mendatang.
"Kemarin sudah ada rapat di Kupang ditingkat pemerintahan provinsi. Mereka akan melakukan recovery dengan cepat," sambungnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, perisitiwa pembakaran ini diduga dipicu oleh konflik dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, NTT.
(dam)