Lembaga survei harus saling membantu
Sabtu, 29 Maret 2014 - 13:16 WIB
Lembaga survei harus saling membantu
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik mengimbau lembaga pemantau, lembaga survei dan survei hitung cepat (quick count) agar saling berkoordinasi dan membatu satu sama lain saat di lapangan. Sebab, fokus survei terletak pada hasil pemilu yang terjadi di tempat pemungutan suara (TPS).
"Kita juga khawatir apabila antarsatu lembaga dengan lembaga lain tidak memiliki koordinasi yang baik karena objek yang ingin kita amati itu cuman satu yaitu TPS," kata Husni di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Sabtu (29/3/2014).
Dia menegaskan, pemantau, lembaga survei maupun yang melakukan hitung cepat tidak masuk ke areal TPS yang sudah dibatasi. Oleh karena itu, kata Husni, KPU berharap semua lembaga pemantau dan survei bisa saling membantu dan koordinasi untuk mengatur pola kerja di lapangan.
Oleh karena itu, dengan posisi yang sama dan pengaturan tempat dan waktu survei, maka bisa didapatkan hasil yang sama. Sementara bagi lembaga survei tanpa hitung cepat, acuan bersamanya adalah soal metodologi pemantauan dan pengamatan hasil pemilu.
"Jika hasilnya tidak sama nanti, maka untuk mengambil kesimpulan mana yang diambil, dissenting lagi nih (bersama-sama)," tambahnya.
"Kita juga khawatir apabila antarsatu lembaga dengan lembaga lain tidak memiliki koordinasi yang baik karena objek yang ingin kita amati itu cuman satu yaitu TPS," kata Husni di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Sabtu (29/3/2014).
Dia menegaskan, pemantau, lembaga survei maupun yang melakukan hitung cepat tidak masuk ke areal TPS yang sudah dibatasi. Oleh karena itu, kata Husni, KPU berharap semua lembaga pemantau dan survei bisa saling membantu dan koordinasi untuk mengatur pola kerja di lapangan.
Oleh karena itu, dengan posisi yang sama dan pengaturan tempat dan waktu survei, maka bisa didapatkan hasil yang sama. Sementara bagi lembaga survei tanpa hitung cepat, acuan bersamanya adalah soal metodologi pemantauan dan pengamatan hasil pemilu.
"Jika hasilnya tidak sama nanti, maka untuk mengambil kesimpulan mana yang diambil, dissenting lagi nih (bersama-sama)," tambahnya.
(dam)