Anas: Ada kejanggalan pendanaan Demokrat di Pilpres 2009
Jum'at, 28 Maret 2014 - 22:29 WIB
Anas: Ada kejanggalan pendanaan Demokrat di Pilpres 2009
A
A
A
Sindonews.com - Anas Urbaningrum mengaku tidak mengurus dana pencapresan Partai Demokrat pada Pemilu 2009 lalu. Setelah mempelajari data hasil audit dari sebuah lembaga independen sejak 10 bulan lalu, Anas menemukan ada kejanggalan di proses pendanaan Pilpres 2009 itu.
"Jadi kalau ada yang bilang Anas tidak tahu urusan dana Pilpres, saat itu memang saya tidak tahu. Saya tidak urusi itu," kata mantan Ketua Umum Partai Demokrat di Kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Anas sudah berupaya menyampaikan data yang diklaim dari lembaga audit independen kepada penyidik KPK. Namun, pihak KPK menyarankan diserahkan langsung kepada Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas). "Tentu saya bawa pulang lagi. Ini saya bawa pulang lagi nih," tandasnya.
Selain itu, Anas memastikan pada Pilpres 2009 lalu menjadi tim sukses calon presiden dan calon wakil presiden pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono. Jika tidak percaya, sambung Anas, bisa dicek di dokumen pemberitaan.
"Ada yang bilang Anas bukan timses SBY-Boediono 2009, semua saya kira tahu lah masa Anas bukan timses. Buka saja berita media, tv, koran, online tahun 2009, lebih banyak mana yang sebut Anas timses atau bukan timses," tuturnya.
Anas tidak mempermasalahkan jika ada pihak internal Demokrat mengatakan tidak ada masalah dengan dana pilpres karena sudah diaudit. Namun, bisa jadi ini sebuah permulaan timbulnya masalah secara hukum.
Pemeriksaan kali ini, sambung Anas, masih pendalaman lebih lanjut tentang kongres Demokrat 2010 lalu di Bandung. Anas terlihat kecewa KPK tidak mendalami dua kandidat lainnya. "Terus terang yang didalami dari sisi Anas. Sisi dua kandidat yang lain (Marzukie Alie dan Andi Mallarangeng) tidak didalami," tegasnya.
Baca berita:
Anas minta KPK telusuri dana kampanye capres 2009
"Jadi kalau ada yang bilang Anas tidak tahu urusan dana Pilpres, saat itu memang saya tidak tahu. Saya tidak urusi itu," kata mantan Ketua Umum Partai Demokrat di Kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Anas sudah berupaya menyampaikan data yang diklaim dari lembaga audit independen kepada penyidik KPK. Namun, pihak KPK menyarankan diserahkan langsung kepada Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas). "Tentu saya bawa pulang lagi. Ini saya bawa pulang lagi nih," tandasnya.
Selain itu, Anas memastikan pada Pilpres 2009 lalu menjadi tim sukses calon presiden dan calon wakil presiden pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono. Jika tidak percaya, sambung Anas, bisa dicek di dokumen pemberitaan.
"Ada yang bilang Anas bukan timses SBY-Boediono 2009, semua saya kira tahu lah masa Anas bukan timses. Buka saja berita media, tv, koran, online tahun 2009, lebih banyak mana yang sebut Anas timses atau bukan timses," tuturnya.
Anas tidak mempermasalahkan jika ada pihak internal Demokrat mengatakan tidak ada masalah dengan dana pilpres karena sudah diaudit. Namun, bisa jadi ini sebuah permulaan timbulnya masalah secara hukum.
Pemeriksaan kali ini, sambung Anas, masih pendalaman lebih lanjut tentang kongres Demokrat 2010 lalu di Bandung. Anas terlihat kecewa KPK tidak mendalami dua kandidat lainnya. "Terus terang yang didalami dari sisi Anas. Sisi dua kandidat yang lain (Marzukie Alie dan Andi Mallarangeng) tidak didalami," tegasnya.
Baca berita:
Anas minta KPK telusuri dana kampanye capres 2009
(kri)