Kantor KPUD Sumba Barat dibakar, logistik pemilu ludes
Jum'at, 28 Maret 2014 - 20:32 WIB
Kantor KPUD Sumba Barat dibakar, logistik pemilu ludes
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang pemungutan suara yang kurang dari dua minggu lagi, kabar mengejutkan datang dari Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT). Kantor KPU Daerah setempat diduga dibakar sekelompok orang. Aksi pembakaran diduga lantaran konflik pemilukada yang terjadi di daerah tersebut.
Ketua KPU Provinsi NTT Johanes Depa mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan KPUD SBD yang beberapa jam sebelumnya sempat diaktifkan kembali.
"Kami masih melakukan koordinasi, apalagi logistik Pileg yang disimpan di kantor itu dikabarkan ikut ludes terbakar," katanya, saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Sementara itu, Marianus Kristoforus Gala, PNS pada Sekretariat KPU SBD yang dihubungi membenarkan kejadian pembakaran tersebut.
Dia menduga, terbakarnya gedung KPU SBD itu dipicu oleh informasi yang berkembang bahwa Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) pelantikan dan pengesahan Markus Dairo Talu-Dara Tanggu Kaha (MDT-DT), sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBD terpilih periode 2013-2018. Informasi ini (SK Kemendagri) katanya ternyata tidak benar.
"Yang benar adalah bahwa lima komisioner di Kabupaten SBD yang diberhentikan sementara oleh KPU Pusat, sudah diaktifkan kembali setelah KPU NTT mengirim surat penegasan pengesahan pasangan MDT-DT sebagai pasangan terpilih ke DPRD SBD untuk selanjutnya usulan ke gubernur lalu ke Kemendagri untuk segera dilakukan pelantikan," ungkapnya.
Marianus melanjutkan, setelah kejadian pembakaran itu, polisi mulai melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Lebih jauh, kepolisian setempat terus melakukan penyelidikan untuk memastikan sebab-sebab kebakaran dan siapa yang harus bertanggung jawab.
Saat kejadian, cerita Marianus, banyak massa berada di sekitar tempat kejadian peristiwa sekaligus diduga sedang berjaga-jaga sambil ingin memastikan apakah benar SK pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih ada atau tidak.
Umumnya mereka diduga adalah massa pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya Kornelius Kodi Mete-Daud Lende Umbu Moto "KONCO OLEATE" yang sudah sepekan bersiaga untuk berhadapan dengan pihak atau oknum yang hendak melantik pasangan yang dianggap kalah dalam pemilukada itu yakni MDT-DT.
Sementara itu, saat berita ini diturunkan, Komisioner KPU RI Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengaku belum bisa memberi penjelasan secara detail berapa jumlah logistik yang rusak dan ludes terkait dugaan aksi pembakaran yang dilakukan sekelompok orang tersebut. "Belum ada (informasi)," singkat Ferry.
Ketua KPU Provinsi NTT Johanes Depa mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan KPUD SBD yang beberapa jam sebelumnya sempat diaktifkan kembali.
"Kami masih melakukan koordinasi, apalagi logistik Pileg yang disimpan di kantor itu dikabarkan ikut ludes terbakar," katanya, saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Sementara itu, Marianus Kristoforus Gala, PNS pada Sekretariat KPU SBD yang dihubungi membenarkan kejadian pembakaran tersebut.
Dia menduga, terbakarnya gedung KPU SBD itu dipicu oleh informasi yang berkembang bahwa Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) pelantikan dan pengesahan Markus Dairo Talu-Dara Tanggu Kaha (MDT-DT), sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBD terpilih periode 2013-2018. Informasi ini (SK Kemendagri) katanya ternyata tidak benar.
"Yang benar adalah bahwa lima komisioner di Kabupaten SBD yang diberhentikan sementara oleh KPU Pusat, sudah diaktifkan kembali setelah KPU NTT mengirim surat penegasan pengesahan pasangan MDT-DT sebagai pasangan terpilih ke DPRD SBD untuk selanjutnya usulan ke gubernur lalu ke Kemendagri untuk segera dilakukan pelantikan," ungkapnya.
Marianus melanjutkan, setelah kejadian pembakaran itu, polisi mulai melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Lebih jauh, kepolisian setempat terus melakukan penyelidikan untuk memastikan sebab-sebab kebakaran dan siapa yang harus bertanggung jawab.
Saat kejadian, cerita Marianus, banyak massa berada di sekitar tempat kejadian peristiwa sekaligus diduga sedang berjaga-jaga sambil ingin memastikan apakah benar SK pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih ada atau tidak.
Umumnya mereka diduga adalah massa pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya Kornelius Kodi Mete-Daud Lende Umbu Moto "KONCO OLEATE" yang sudah sepekan bersiaga untuk berhadapan dengan pihak atau oknum yang hendak melantik pasangan yang dianggap kalah dalam pemilukada itu yakni MDT-DT.
Sementara itu, saat berita ini diturunkan, Komisioner KPU RI Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengaku belum bisa memberi penjelasan secara detail berapa jumlah logistik yang rusak dan ludes terkait dugaan aksi pembakaran yang dilakukan sekelompok orang tersebut. "Belum ada (informasi)," singkat Ferry.
(kri)