Tak netral dalam pemilu, satu prajurit diberhentikan KSAD
Jum'at, 28 Maret 2014 - 16:29 WIB
Tak netral dalam pemilu, satu prajurit diberhentikan KSAD
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman memberhentikan tidak hormat seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat dari jabatannya. Pasalnya, prajurit itu bergabung dalam salah satu partai politik peserta Pemilu 2014.
Hal itu diungkapkan oleh KSAD ketika melakukan peninjauan di Markas Grup Dua Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Jumat (28/3/2014) siang.
Menurutnya hal itu sesuai dengan perintah Panglima TNI Moeldoko, bahwa setiap prajurit harus bersikap netral dalam pemilu kali ini. Pihaknya menyebutkan proses pemecatan prajurit itu masih dalam proses. Sebelum resmi diberhentikan, prajurit itu harus menjalani hukuman terlebih dahulu di bawah TNI.
Hukuman itu sekaligus untuk melemahkan kekuatan sang prajurit itu, karena jika langsung diberhentikan prajurit yang bersangkutan masih sangat berbahaya di masyarakat.
“Kita lemahkan dahulu kekuatannya, setelah itu kita keluarkan, dia sudah terbukti melanggar janji dengan terjun ke partai politik,” ucapnya.
Meskipun demikian, pihaknya enggan menyebutkan siapa dan dari mana prajurit itu berasal. Pasalnya hal itu bersifat rahasia yang tidak boleh diberitahukan kepada khalayak.
Selain itu, pemberhentian dengan tidak hormat itu juga sebagai peringatan bagi para prajurit lainnya di lingkup TNI Angkatan Darat, agar tidak bermain di dalam politik praktis.
Ia menyebutkan, tugas utama para prajurit adalah membela negara, sehingga netralitas setiap prajurit harus tetap dijaga demi negara. Pihaknya justru menekankan kepada setiap prajurit untuk menyiapkan diri guna melakukan pengamanan saat berlangsungnya pesta demokrasi yang berlangsung tahun ini.
Budiman menambahkan, kekuatan TNI AD saat ini dalam kondisi yang siap untuk menjaga keamanan negara saat pemilu berlangsung. Beberapa elemen penting seperti Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopasus), Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) serta rider di setiap wilayah dalam kondisi yang siap tempur.
“Perjalanan saya ke sini itu bagian dari pengecekan pasukan jelang pemilu berlangsung, hari ini saya juga melakukan pengecekan di markas Kostrad 413 di Mojolaban untuk tujuan yang sama,” ucapnya.
Hal itu diungkapkan oleh KSAD ketika melakukan peninjauan di Markas Grup Dua Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, Jumat (28/3/2014) siang.
Menurutnya hal itu sesuai dengan perintah Panglima TNI Moeldoko, bahwa setiap prajurit harus bersikap netral dalam pemilu kali ini. Pihaknya menyebutkan proses pemecatan prajurit itu masih dalam proses. Sebelum resmi diberhentikan, prajurit itu harus menjalani hukuman terlebih dahulu di bawah TNI.
Hukuman itu sekaligus untuk melemahkan kekuatan sang prajurit itu, karena jika langsung diberhentikan prajurit yang bersangkutan masih sangat berbahaya di masyarakat.
“Kita lemahkan dahulu kekuatannya, setelah itu kita keluarkan, dia sudah terbukti melanggar janji dengan terjun ke partai politik,” ucapnya.
Meskipun demikian, pihaknya enggan menyebutkan siapa dan dari mana prajurit itu berasal. Pasalnya hal itu bersifat rahasia yang tidak boleh diberitahukan kepada khalayak.
Selain itu, pemberhentian dengan tidak hormat itu juga sebagai peringatan bagi para prajurit lainnya di lingkup TNI Angkatan Darat, agar tidak bermain di dalam politik praktis.
Ia menyebutkan, tugas utama para prajurit adalah membela negara, sehingga netralitas setiap prajurit harus tetap dijaga demi negara. Pihaknya justru menekankan kepada setiap prajurit untuk menyiapkan diri guna melakukan pengamanan saat berlangsungnya pesta demokrasi yang berlangsung tahun ini.
Budiman menambahkan, kekuatan TNI AD saat ini dalam kondisi yang siap untuk menjaga keamanan negara saat pemilu berlangsung. Beberapa elemen penting seperti Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopasus), Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) serta rider di setiap wilayah dalam kondisi yang siap tempur.
“Perjalanan saya ke sini itu bagian dari pengecekan pasukan jelang pemilu berlangsung, hari ini saya juga melakukan pengecekan di markas Kostrad 413 di Mojolaban untuk tujuan yang sama,” ucapnya.
(kri)