Busyro sindir SBY pakai fasilitas negara dalam berkampanye
Kamis, 27 Maret 2014 - 20:59 WIB
Busyro sindir SBY pakai fasilitas negara dalam berkampanye
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas ikut angkat bicara mengenai sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tetap menggunakan fasilitas negara saat berkampanye untuk Partai Demokrat.
"Itu efek akibat presiden aktif di parpol apalagi ketum. Menjadi tidak etis dan sulit membedakan mana fasillitas negara dengan yang bukan," kata Busyro melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (27/3/2014).
Hasil kunjungan KPK ke beberapa provinsi, kata Busyro, masih banyak masalah di sektor mineral dan batubara. Belum lagi, ada dugaan penyalahgunaan dana bantuan sosial.
"Jurkam oleh presiden dan menteri-menteri membuktikan kurang pekanya terhadap problem-problem di atas," tukasnya.
Ditambahkannya, KPK sudah melayangkan surat kepada presiden dan juga gubernur mengenai potensi penyelewengan dana bansos. Ia pun berharap apa yang disampaikan KPK bisa menjadi perhatian seluruh pejabat negara terutama presiden.
"Bisa dimaklumi di musim penggalangan massa untuk lebih mementingkan parpol masing-masing. Tapi saya percaya beliau akan memerhatikan dengan cermat," pungkasnya.
"Itu efek akibat presiden aktif di parpol apalagi ketum. Menjadi tidak etis dan sulit membedakan mana fasillitas negara dengan yang bukan," kata Busyro melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (27/3/2014).
Hasil kunjungan KPK ke beberapa provinsi, kata Busyro, masih banyak masalah di sektor mineral dan batubara. Belum lagi, ada dugaan penyalahgunaan dana bantuan sosial.
"Jurkam oleh presiden dan menteri-menteri membuktikan kurang pekanya terhadap problem-problem di atas," tukasnya.
Ditambahkannya, KPK sudah melayangkan surat kepada presiden dan juga gubernur mengenai potensi penyelewengan dana bansos. Ia pun berharap apa yang disampaikan KPK bisa menjadi perhatian seluruh pejabat negara terutama presiden.
"Bisa dimaklumi di musim penggalangan massa untuk lebih mementingkan parpol masing-masing. Tapi saya percaya beliau akan memerhatikan dengan cermat," pungkasnya.
(kri)