Nyapres, Wiranto tegaskan tak kejar materi
Kamis, 27 Maret 2014 - 19:29 WIB
Nyapres, Wiranto tegaskan tak kejar materi
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto menegaskan keputusan maju dalam pencapresan bukan didasari untuk mengejar jabatan atau uang, melainkan dorongan hati nuraninya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
Bahkan demi memperjuangkan cita-citanya itu, Wiranto tak segan turun langsung ke bawah. Menyamar menjadi orang kecil yang kehidupannya selalu dihimpit kekurangan.
Di hadapan ribuan pendukung dan kader Partai Hanura seluruh Bali, Wiranto mengatakan, dirinya melakukan penyamaran sebagai buruh pasar hingga kernet bus. Aksinya banyak menghiasai layar kaca tak lain dilakukan karena ingin merasakan penderitaan rakyat.
"Kalian pasti pernah melihat Pak Wiranto menyamar jadi tukang becak, kalau saudara menonton di televisi, pasti pernah melihat Pak Wiranto jadi pedagang kecil asongan," ucap Wiranto dalam kampanye nasional di GOR Lapangan Kompyang Sujana Denpasar, Kamis (27/3/2014).
Apa yang dilakukan mantan Menkopolkam itu dengan masuk dalam kehidupan masyarakat pinggiran kelas bawah itu bukan tanpa alasan. "Itu semua, sebagai ketum dan calon presiden RI, Pak Wiranto bukan lagi cari uang. Tetapi ingin merasakan sendiri, ingin melihat sendiri sakitnya, deritanya menjadi orang kecil," tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Pemimpin yang menggunakan hati nuraninya, sambung Wiranto, pasti akan memperjuangkan apa yang sesuai hati nurani. "Itulah sejatinya yang diperjuangkan Partai Hanura di seluruh Indonesia," tegasnya lagi.
Seluruh kader dan simpatisan partai, diminta meyakini jika Partai Hanura bukanlah partai main-main. Bukan sekadar merebut kekuasaan. Partai Hanura betul-betul ingin membangun kembali bangsa ini, sehingga bisa menjadi bangsa yang besar dan membanggakan rakyatnya.
Bahkan demi memperjuangkan cita-citanya itu, Wiranto tak segan turun langsung ke bawah. Menyamar menjadi orang kecil yang kehidupannya selalu dihimpit kekurangan.
Di hadapan ribuan pendukung dan kader Partai Hanura seluruh Bali, Wiranto mengatakan, dirinya melakukan penyamaran sebagai buruh pasar hingga kernet bus. Aksinya banyak menghiasai layar kaca tak lain dilakukan karena ingin merasakan penderitaan rakyat.
"Kalian pasti pernah melihat Pak Wiranto menyamar jadi tukang becak, kalau saudara menonton di televisi, pasti pernah melihat Pak Wiranto jadi pedagang kecil asongan," ucap Wiranto dalam kampanye nasional di GOR Lapangan Kompyang Sujana Denpasar, Kamis (27/3/2014).
Apa yang dilakukan mantan Menkopolkam itu dengan masuk dalam kehidupan masyarakat pinggiran kelas bawah itu bukan tanpa alasan. "Itu semua, sebagai ketum dan calon presiden RI, Pak Wiranto bukan lagi cari uang. Tetapi ingin merasakan sendiri, ingin melihat sendiri sakitnya, deritanya menjadi orang kecil," tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Pemimpin yang menggunakan hati nuraninya, sambung Wiranto, pasti akan memperjuangkan apa yang sesuai hati nurani. "Itulah sejatinya yang diperjuangkan Partai Hanura di seluruh Indonesia," tegasnya lagi.
Seluruh kader dan simpatisan partai, diminta meyakini jika Partai Hanura bukanlah partai main-main. Bukan sekadar merebut kekuasaan. Partai Hanura betul-betul ingin membangun kembali bangsa ini, sehingga bisa menjadi bangsa yang besar dan membanggakan rakyatnya.
(kri)