Hanura janji fokus bangun masyarakat berpenghasilan rendah
Kamis, 27 Maret 2014 - 16:58 WIB
Hanura janji fokus bangun masyarakat berpenghasilan rendah
A
A
A
Sindonews.com – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo (HT) mengajak masyarakat agar tidak golput di Pemilu 2014. Hak masyarakat untuk menggunakan suaranya dinilai sangat penting dalam pemilu.
“Reformasi sudah berjalan 16 tahun. Tapi kita semua setuju jika pembangunan Indonesia belum maksimal. Makanya jangan sampai golput. Gunakan hak pilih supaya kita dapat bersama berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang sebentar lagi akan digelar,” kata HT di Garut, Jawa Barat, Kamis (27/3/2014).
HT menilai, Pemilu 2014 kali ini merupakan momentum yang tepat untuk membangun kembali bangsa. Ia menegaskan jika Indonesia perlu perubahan.
“Oleh karena itu peran serta masyarakat dalam membangun bangsa sangat penting. Dimulai dari hal terkecil yaitu menyalurkan hak pilihnya. Bila tidak, itu sama dengan menyerahkan nasib kita ke tangan orang lain yang belum jelas berjuang untuk menyejahterakan rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, jika dilihat dari tingkat kesejahteraan rakyat, Indonesia merupakan salah satu negara yang masuk ke dalam kategori negara terbelakang. Kesejahteraan rakyat di Indonesia sebagian besar masih didominasi oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah.
“Kalau Partai Hanura memimpin, fokus yang akan dilakukan adalah membangun masyarakat yang ekonominya lemah. Misalnya petani, nelayan, buruh, dan lainnya. Kenapa bangsa Indonesia seperti ini, itu karena banyak masalah yang telah mengakar."
"Korupsi yang sudah merajalela, tingkat pendidikan yang sulit dicapai, buruknya kualitas kesehatan, dan minimnya penghasilan masyarakat yang berujung pada rendahnya kesejahteraan,” sambungnya.
Sementara itu, KPUD Kabupaten Garut telah mulai mendistribusikan surat suara untuk pemilihan anggota DPD, DPR, dan DPRD Kabupaten/Provinsi ke tiga kecamatan wilayah selatan Kabupaten Garut. Tiga kecamatan yang lebih dahulu mendapat surat suara ini adalah Kecamatan Banjarwangi, Peundeuy, dan Singajaya.
Adapun jumlah total surat suara yang diberikan adalah sebanyak 369.616 lembar. Ratusan surat suara ini akan didistribusikan ke 272 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di tiga kecamatan tersebut.
“Reformasi sudah berjalan 16 tahun. Tapi kita semua setuju jika pembangunan Indonesia belum maksimal. Makanya jangan sampai golput. Gunakan hak pilih supaya kita dapat bersama berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang sebentar lagi akan digelar,” kata HT di Garut, Jawa Barat, Kamis (27/3/2014).
HT menilai, Pemilu 2014 kali ini merupakan momentum yang tepat untuk membangun kembali bangsa. Ia menegaskan jika Indonesia perlu perubahan.
“Oleh karena itu peran serta masyarakat dalam membangun bangsa sangat penting. Dimulai dari hal terkecil yaitu menyalurkan hak pilihnya. Bila tidak, itu sama dengan menyerahkan nasib kita ke tangan orang lain yang belum jelas berjuang untuk menyejahterakan rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, jika dilihat dari tingkat kesejahteraan rakyat, Indonesia merupakan salah satu negara yang masuk ke dalam kategori negara terbelakang. Kesejahteraan rakyat di Indonesia sebagian besar masih didominasi oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah.
“Kalau Partai Hanura memimpin, fokus yang akan dilakukan adalah membangun masyarakat yang ekonominya lemah. Misalnya petani, nelayan, buruh, dan lainnya. Kenapa bangsa Indonesia seperti ini, itu karena banyak masalah yang telah mengakar."
"Korupsi yang sudah merajalela, tingkat pendidikan yang sulit dicapai, buruknya kualitas kesehatan, dan minimnya penghasilan masyarakat yang berujung pada rendahnya kesejahteraan,” sambungnya.
Sementara itu, KPUD Kabupaten Garut telah mulai mendistribusikan surat suara untuk pemilihan anggota DPD, DPR, dan DPRD Kabupaten/Provinsi ke tiga kecamatan wilayah selatan Kabupaten Garut. Tiga kecamatan yang lebih dahulu mendapat surat suara ini adalah Kecamatan Banjarwangi, Peundeuy, dan Singajaya.
Adapun jumlah total surat suara yang diberikan adalah sebanyak 369.616 lembar. Ratusan surat suara ini akan didistribusikan ke 272 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di tiga kecamatan tersebut.
(kri)