Wiranto: Kita merdeka, tapi belum bisa adil!
Kamis, 27 Maret 2014 - 15:21 WIB
Wiranto: Kita merdeka, tapi belum bisa adil!
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto mengungkapkan, wabah yang berkembang di Indonesia saat ini sangat merugikan kepentingan rakyat. Di hadapan ribuan pendukungnya, Wiranto mengatakan, wabah itu bernama Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
"Jika semuanya itu kita berantas, niscaya cita-cita para pendiri republik untuk membentuk negara yang berdaulat akan tercapai," tegas Wiranto disambut tepuk tangan massa, di GOR Lapangan Kompyang Sujana, Kamis (27/3/2014).
Praktik perkoncoan dan KKN, katanya, harus menjadi musuh bersama. Semua wabah itu, telah menjauhkan bangsa Indonesia dari perjuangan dan cita-cita kemerdekaan yang telah digelorakan para pendiri bangsa.
Terbukti, sejak merdeka 1945 hingga kini, rakyat Indonesia belum bisa merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan yang dicapai, belum mampu menghantarkan rakyat untuk mendapatkan keadilan dan kesejahteraan.
"Kita merdeka, tetapi belum bisa wujudkan keadilan. Itulah yang melatarbelakangi munculnya Partai Hanura yang mengedepankan hati nurani," tukasnya.
Dengan memiliki hati nurani, maka diyakini akan muncul pemimpin yang bersih. Karena, pemimpin yang dibekali hati nurani akan memikirkan kepentingan rakyat.
Sejak delapan tahun Hanura berdiri, kader Hanura dikatakan cukup bersih oleh beberapa lembaga survei. Hal ini, katanya, harus dipertahankan, dan dipelihara oleh para kader partai.
"Jika semangat partai ini menjalar ke penyelenggara negara, maka bangsa ini akan semakin dihormati bangsa lain. Pada 9 April, adalah momentum berharga bagi bangsa ini untuk mendapatkan calon pemimpin yang benar-benar sesuai kehendak rakyat," bebernya.
Wiranto mengaku, sengaja datang ke Bali untuk memastikan caleg Hanura sudah tangguh, sehingga pantas dan dipilih rakyat.
"Jika semuanya itu kita berantas, niscaya cita-cita para pendiri republik untuk membentuk negara yang berdaulat akan tercapai," tegas Wiranto disambut tepuk tangan massa, di GOR Lapangan Kompyang Sujana, Kamis (27/3/2014).
Praktik perkoncoan dan KKN, katanya, harus menjadi musuh bersama. Semua wabah itu, telah menjauhkan bangsa Indonesia dari perjuangan dan cita-cita kemerdekaan yang telah digelorakan para pendiri bangsa.
Terbukti, sejak merdeka 1945 hingga kini, rakyat Indonesia belum bisa merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan yang dicapai, belum mampu menghantarkan rakyat untuk mendapatkan keadilan dan kesejahteraan.
"Kita merdeka, tetapi belum bisa wujudkan keadilan. Itulah yang melatarbelakangi munculnya Partai Hanura yang mengedepankan hati nurani," tukasnya.
Dengan memiliki hati nurani, maka diyakini akan muncul pemimpin yang bersih. Karena, pemimpin yang dibekali hati nurani akan memikirkan kepentingan rakyat.
Sejak delapan tahun Hanura berdiri, kader Hanura dikatakan cukup bersih oleh beberapa lembaga survei. Hal ini, katanya, harus dipertahankan, dan dipelihara oleh para kader partai.
"Jika semangat partai ini menjalar ke penyelenggara negara, maka bangsa ini akan semakin dihormati bangsa lain. Pada 9 April, adalah momentum berharga bagi bangsa ini untuk mendapatkan calon pemimpin yang benar-benar sesuai kehendak rakyat," bebernya.
Wiranto mengaku, sengaja datang ke Bali untuk memastikan caleg Hanura sudah tangguh, sehingga pantas dan dipilih rakyat.
(san)