Perhatian parpol terhadap HAM masih minim
Rabu, 26 Maret 2014 - 08:57 WIB
Perhatian parpol terhadap HAM masih minim
A
A
A
Sindonews.com - Setiap partai politik (parpol) seharusnya dapat menjadi agen sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai yang menjunjung hak asasi manusia (HAM).
Namun, dari berbagai studi yang dilakukan oleh institusi masyarakat sipil menunjukkan bahwa parpol belum sepenuhnya memperjuangkan penegakan HAM di Indonesia.
Aktivis Human Rights Watch, Andreas Harsono mengatakan, pengadilan HAM jelas sangat penting dan berbeda dengan pengadilan pidana dan militer. "Dengan adanya pengadilan HAM, kejahatan-kejahatan di masa lalu, tetap bisa digugat," kata Andreas, Selasa 25 Maret 2014.
Senada dengan aktivis HAM lainnya Taufik Basari. Dia menegaskan, semestinya setiap parpol menempatkan nilai-nilai dan prinsip HAM sebagai pedoman dasar bagi visi-misi program sebuah parpol.
"Nilai-nilai HAM itu konstitusif, di mana ketika kita menyatakan diri kita mendukung hak-hak konstitusi, pada saat yang bersamaan kita juga satu nafas atas penegakan dan penghormatan HAM. Setiap parpol harus punya komitmen yang tinggi termasuk penegakan hukum di bidang HAM,” ucap Taufik.
Taufik menambahkan, negara hukum mensyaratkan HAM harus tegak dalam keadaan apapun. Ketika kejahatan HAM terjadi, wajib ada proses hukum di dalamnya.
"Dahulu ada beberapa pelanggaran HAM di Indonesia, maka pelanggaran HAM itu tidak boleh dibiarkan apalagi dilupakan, harus diusut dalam sebuah proses pengadilan agar ada kepastian hukum dan pemenuhan hak-hak korban. Kalau dibiarkan tanpa ada pengungkapan proses kebenaran, itu sama saja mengkhianati konstitusi," tegasnya.
Namun, dari berbagai studi yang dilakukan oleh institusi masyarakat sipil menunjukkan bahwa parpol belum sepenuhnya memperjuangkan penegakan HAM di Indonesia.
Aktivis Human Rights Watch, Andreas Harsono mengatakan, pengadilan HAM jelas sangat penting dan berbeda dengan pengadilan pidana dan militer. "Dengan adanya pengadilan HAM, kejahatan-kejahatan di masa lalu, tetap bisa digugat," kata Andreas, Selasa 25 Maret 2014.
Senada dengan aktivis HAM lainnya Taufik Basari. Dia menegaskan, semestinya setiap parpol menempatkan nilai-nilai dan prinsip HAM sebagai pedoman dasar bagi visi-misi program sebuah parpol.
"Nilai-nilai HAM itu konstitusif, di mana ketika kita menyatakan diri kita mendukung hak-hak konstitusi, pada saat yang bersamaan kita juga satu nafas atas penegakan dan penghormatan HAM. Setiap parpol harus punya komitmen yang tinggi termasuk penegakan hukum di bidang HAM,” ucap Taufik.
Taufik menambahkan, negara hukum mensyaratkan HAM harus tegak dalam keadaan apapun. Ketika kejahatan HAM terjadi, wajib ada proses hukum di dalamnya.
"Dahulu ada beberapa pelanggaran HAM di Indonesia, maka pelanggaran HAM itu tidak boleh dibiarkan apalagi dilupakan, harus diusut dalam sebuah proses pengadilan agar ada kepastian hukum dan pemenuhan hak-hak korban. Kalau dibiarkan tanpa ada pengungkapan proses kebenaran, itu sama saja mengkhianati konstitusi," tegasnya.
(kur)