Tak suka diserang lawan politik, Jokowi tak usah nyapres
Selasa, 25 Maret 2014 - 17:31 WIB
Tak suka diserang lawan politik, Jokowi tak usah nyapres
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mengkritik kesiapan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Fahri menilai Jokowi maupun PDIP belum siap menyatakan pria asal Solo itu sebagai capres apabila tidak suka diserang oleh lawan politiknya.
"Kesiapan mencalonkan Jokowi itu harus memang betul-betul, baik PDIP dan Jokowi siap hadapi kompetisi. Jadi jangan berani nyodorin calon, tapi perkelahiannya-perkelahiannya dilarang," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Fahri menggambarkan layaknya pertarungan adu ayam, maka ketika calonnya telah disiapkan di tengah arena maka harus siap diserang lawannya.
"Dia bilang copras-capres. Begitu disorong, diserang sama yang lain. Logikanya begitu. Jadi kalau sudah di tengah gelanggang, jangan bilang jangan serang saya," tegasnya.
Fahri pun mengingatkan, apa yang disampaikannya itu bukan serangan masalah pribadi dirinya dengan Jokowi ataupun PDIP. "Logika sederhana dalam demokrasi. Dan saya enggak ada menyerang dengan pribadi. Harus dicatat itu," pungkasnya.
Fahri menilai Jokowi maupun PDIP belum siap menyatakan pria asal Solo itu sebagai capres apabila tidak suka diserang oleh lawan politiknya.
"Kesiapan mencalonkan Jokowi itu harus memang betul-betul, baik PDIP dan Jokowi siap hadapi kompetisi. Jadi jangan berani nyodorin calon, tapi perkelahiannya-perkelahiannya dilarang," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Fahri menggambarkan layaknya pertarungan adu ayam, maka ketika calonnya telah disiapkan di tengah arena maka harus siap diserang lawannya.
"Dia bilang copras-capres. Begitu disorong, diserang sama yang lain. Logikanya begitu. Jadi kalau sudah di tengah gelanggang, jangan bilang jangan serang saya," tegasnya.
Fahri pun mengingatkan, apa yang disampaikannya itu bukan serangan masalah pribadi dirinya dengan Jokowi ataupun PDIP. "Logika sederhana dalam demokrasi. Dan saya enggak ada menyerang dengan pribadi. Harus dicatat itu," pungkasnya.
(hyk)