PAN yakin bisa jadi penentu peta koalisi
Selasa, 25 Maret 2014 - 04:06 WIB
PAN yakin bisa jadi penentu peta koalisi
A
A
A
Sindonews.com - Partai Amanat Nasional (PAN) meyakini di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 nanti bisa menjadi partai yang akan menentukan peta koalisi.
Baik di kalangan partai menengah, partai berbasis Islam, maupun dengan partai besar yang telah menetapkan calon presiden (capres).
Menurut Ketua DPP PAN, Tjatur Sapto Edy, putusan MK yang menolak uji materi oleh Yusril Ihza Mahendra diprediksi Pilpres 2014 mendatang hanya akan diikuti oleh tiga pasang, atau paling banyak empat pasangan calon presiden-cawapres sehingga mengharuskan partai membangun koalisi.
Mengacu pada peta politik saat ini, Tjatur meyakini PAN akan menjadi penentu karena jika target suara dua digit terpenuhi partainya akan menempati posisi empat besar.
"Berdasarkan survei terakhir kami, posisi PAN di pemilu legislatif itu adalah empat besar. Artinya kalau partai menengah bergabung, posisi tawarnya sangat kuat," kata Tjatur saat dihubungi di Jakarta, Senin (24/3/2014).
"Beberapa partai politik sudah sulit untuk bergabung karena hubungan kurang baik. Nah, PAN bisa dengan siapa saja karena selalu menjalin hubungan baik," imbuhnya.
PAN menyatakan yakin akan sukses di pemilu legislatif. Apalagi partai itu memiliki Ketua Umum Hatta Rajasa yang dipandang sebagai figur berpotensi yang memiliki kekuatan.
Secara terpisah, Wakil Ketua Umum DPP PAN, Dradjad H Wibowo mengatakan keputusan MK yang menolak permohonan Yusril Ihza Mahendra adalah hal bagus bagi persatuan nasional.
Karena dengan itu, semua elemen politik harus siap berkoalisi yang akan mengurangi risiko terhadap stabilitas nasional. Di dalam konteks itu, PAN memiliki peluang besar.
Hingga sekarang memang PAN belum memberikan indikasi untuk berkoalisi dengan pihak manapun. PAN hanya mengedepankan silaturrahmi lintas parpol dan juga lintas capres.
"Dengan Jokowi, Bang Hatta Radjasa sangat dekat. Demikian juga dengan Ibu Megawati, Mas Prabowo, bang Ical. Dengan keluarga SBY juga jelas," imbuhnya.
PAN juga meyakini akan menjadi salah satu penentu karena memiliki kualitas program yang ditawarkan dan arah pembangunan yang jelas.
Baik di kalangan partai menengah, partai berbasis Islam, maupun dengan partai besar yang telah menetapkan calon presiden (capres).
Menurut Ketua DPP PAN, Tjatur Sapto Edy, putusan MK yang menolak uji materi oleh Yusril Ihza Mahendra diprediksi Pilpres 2014 mendatang hanya akan diikuti oleh tiga pasang, atau paling banyak empat pasangan calon presiden-cawapres sehingga mengharuskan partai membangun koalisi.
Mengacu pada peta politik saat ini, Tjatur meyakini PAN akan menjadi penentu karena jika target suara dua digit terpenuhi partainya akan menempati posisi empat besar.
"Berdasarkan survei terakhir kami, posisi PAN di pemilu legislatif itu adalah empat besar. Artinya kalau partai menengah bergabung, posisi tawarnya sangat kuat," kata Tjatur saat dihubungi di Jakarta, Senin (24/3/2014).
"Beberapa partai politik sudah sulit untuk bergabung karena hubungan kurang baik. Nah, PAN bisa dengan siapa saja karena selalu menjalin hubungan baik," imbuhnya.
PAN menyatakan yakin akan sukses di pemilu legislatif. Apalagi partai itu memiliki Ketua Umum Hatta Rajasa yang dipandang sebagai figur berpotensi yang memiliki kekuatan.
Secara terpisah, Wakil Ketua Umum DPP PAN, Dradjad H Wibowo mengatakan keputusan MK yang menolak permohonan Yusril Ihza Mahendra adalah hal bagus bagi persatuan nasional.
Karena dengan itu, semua elemen politik harus siap berkoalisi yang akan mengurangi risiko terhadap stabilitas nasional. Di dalam konteks itu, PAN memiliki peluang besar.
Hingga sekarang memang PAN belum memberikan indikasi untuk berkoalisi dengan pihak manapun. PAN hanya mengedepankan silaturrahmi lintas parpol dan juga lintas capres.
"Dengan Jokowi, Bang Hatta Radjasa sangat dekat. Demikian juga dengan Ibu Megawati, Mas Prabowo, bang Ical. Dengan keluarga SBY juga jelas," imbuhnya.
PAN juga meyakini akan menjadi salah satu penentu karena memiliki kualitas program yang ditawarkan dan arah pembangunan yang jelas.
(sms)