KPU ingin warga binaan tak golput
Minggu, 23 Maret 2014 - 17:25 WIB
KPU ingin warga binaan tak golput
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klaten berharap, agar warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Klaten, berpartisipasi dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April mendatang.
Kepala Divisi Pemungutan Suara, KPU Kabupaten Klaten, Joko Hadi Siswanto menyebutkan, sekecil apapun suaara yang dihasilkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) itu sangat berarti. Sehingga para warga binaan harus memanfaatkan pemilu kali ini dengan baik.
Selain itu menurutnya ,warga binaan juga tidak dicabut haknya untuk menyampaikan aspirasinya dan lebih baik digunakan. "Jangan sampai golput, ini demi masa depan Indonesia," kata Joko Hadi di Klaten, Minggu (23/4/2014).
Ia mengatakan, guna menekan angka golput, pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi dan pendataaan di Lapas. Menurutnya, sosialisasi itu penting, mengingat warga binaan sangat jarang mendapatkan informasi mengenai pemilu.
Sedangkan untuk pendataan pemilih di Lapas, menurutnya saat ini terus dilakukan. Menurutnya khusus untuk Lapas, pendataan pemilih dilakukan hingga satu jam sebelum Pemungutan suara dilakukan.
"Kita terus mendata mereka yang keluar masuk Lapas jadi agar semua bisa menyalurkan aspirasinya," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Klaten, Juliyanto, mendukung langkah yang dibawa oleh KPU itu. Menurutnya, sosilaisasi itu sangat penting, apalagi mayoritas warga binaan itu tidak mengerti akan pemilu dan calon anggota legislatif yang ada.
Selain itu pihaknya juga mendorong warga binaan agar mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Lapas yang nanti disediakan KPU. "Sementara yang terdaftar untuk memilih 309 warga binaan, mungkin akan berubah menjelang waktu pencoblosan," pungkasnya.
Kepala Divisi Pemungutan Suara, KPU Kabupaten Klaten, Joko Hadi Siswanto menyebutkan, sekecil apapun suaara yang dihasilkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) itu sangat berarti. Sehingga para warga binaan harus memanfaatkan pemilu kali ini dengan baik.
Selain itu menurutnya ,warga binaan juga tidak dicabut haknya untuk menyampaikan aspirasinya dan lebih baik digunakan. "Jangan sampai golput, ini demi masa depan Indonesia," kata Joko Hadi di Klaten, Minggu (23/4/2014).
Ia mengatakan, guna menekan angka golput, pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi dan pendataaan di Lapas. Menurutnya, sosialisasi itu penting, mengingat warga binaan sangat jarang mendapatkan informasi mengenai pemilu.
Sedangkan untuk pendataan pemilih di Lapas, menurutnya saat ini terus dilakukan. Menurutnya khusus untuk Lapas, pendataan pemilih dilakukan hingga satu jam sebelum Pemungutan suara dilakukan.
"Kita terus mendata mereka yang keluar masuk Lapas jadi agar semua bisa menyalurkan aspirasinya," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Klaten, Juliyanto, mendukung langkah yang dibawa oleh KPU itu. Menurutnya, sosilaisasi itu sangat penting, apalagi mayoritas warga binaan itu tidak mengerti akan pemilu dan calon anggota legislatif yang ada.
Selain itu pihaknya juga mendorong warga binaan agar mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Lapas yang nanti disediakan KPU. "Sementara yang terdaftar untuk memilih 309 warga binaan, mungkin akan berubah menjelang waktu pencoblosan," pungkasnya.
(maf)