Jokowi diminta tak jadi 'banci'
Minggu, 23 Maret 2014 - 14:00 WIB
Jokowi diminta tak jadi 'banci'
A
A
A
Sindonews.com - Pemandangan unik terlihat di RT01/RW 07 Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, pagi tadi. Ratusan warga yang mayoritas laki-laki berdandan mengenakan baju daster layaknya seorang wanita (banci).
Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pengusungan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Calon Presiden (Capres) untuk Pemilu 2014 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Poang, salah seorang peserta aksi mengatakan, aksi berdandan layaknya wanita ini menunjukan protes terhadap tindakan Jokowi yang seperti perempuan. Mandat yang diberikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dianggap sebagai perintah seorang suami kepada istri yang harus dituruti.
"Kami pakai baju daster menunjukan kalau Pak Jokowi jangan seperti perempuan, mau saja diatur-atur diperintah ini-itu," katanya kepada wartawan di lokasi, Minggu (23/3/2014).
Menurut Poang, kesediaan Jokowi menerima mandat juga dianggap sebagai pengkhianatan akan jabatannya sebagai pemimpin DKI Jakarta. Dia kecewa, suara yang dahulu diberikan untuk mendukung Jokowi sebagai DKI 1 menjadi sia-sia dan tak terlihat kinerja perubahan Jakarta.
"Dahulu kami pilih karena kami yakin Pak Jokowi bisa membenahi Jakarta, ini baru tahun Ke-2 sudah mau maju jadi Presiden. Beresin dahulu Jakarta, banjir dan kemacetan belum terselesaikan. Untuk jadi RI 1 belum pantas," pungkasnya.
Dalam aksi ini, kata dia, melibatkan ratusan warga dari 15 RT di RW 07. Yakni RT 01 hingga RT 15. Aksi yang berlangsung damai selama satu jam ini mendapat tanggapan baik dari warga sekitar.
Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pengusungan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Calon Presiden (Capres) untuk Pemilu 2014 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Poang, salah seorang peserta aksi mengatakan, aksi berdandan layaknya wanita ini menunjukan protes terhadap tindakan Jokowi yang seperti perempuan. Mandat yang diberikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dianggap sebagai perintah seorang suami kepada istri yang harus dituruti.
"Kami pakai baju daster menunjukan kalau Pak Jokowi jangan seperti perempuan, mau saja diatur-atur diperintah ini-itu," katanya kepada wartawan di lokasi, Minggu (23/3/2014).
Menurut Poang, kesediaan Jokowi menerima mandat juga dianggap sebagai pengkhianatan akan jabatannya sebagai pemimpin DKI Jakarta. Dia kecewa, suara yang dahulu diberikan untuk mendukung Jokowi sebagai DKI 1 menjadi sia-sia dan tak terlihat kinerja perubahan Jakarta.
"Dahulu kami pilih karena kami yakin Pak Jokowi bisa membenahi Jakarta, ini baru tahun Ke-2 sudah mau maju jadi Presiden. Beresin dahulu Jakarta, banjir dan kemacetan belum terselesaikan. Untuk jadi RI 1 belum pantas," pungkasnya.
Dalam aksi ini, kata dia, melibatkan ratusan warga dari 15 RT di RW 07. Yakni RT 01 hingga RT 15. Aksi yang berlangsung damai selama satu jam ini mendapat tanggapan baik dari warga sekitar.
(mhd)