Prediksi pasca Pemilu 2014, bakal banyak caleg gila
Jum'at, 21 Maret 2014 - 17:09 WIB
Prediksi pasca Pemilu 2014, bakal banyak caleg gila
A
A
A
Sindonews.com - Potensi peningkatan orang yang mengalami kejiwaan diprediksi akan meningkat tajam usai penyelenggaraan Pemilu 2014 nanti. Peningkatan ini berasal dari para calon anggota legislatif (caleg) yang gagal melenggang ke Senayan.
Prediksi ini diungkap oleh pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro. Menurutnya, penyebab akan banyaknya caleg menjadi gila dikarenakan partai politik (parpol) tidak melakukan rekrutmen yang ketat saat menyaring para kandidat calegnya. Sehingga kecenderungan caleg gagal ke Senayan akan besar.
"Potensi banyak orang stres, depresi, sakit jiwa, gila, karena memang partai tidak mempersiapkan mental para caleg," tegas Siti saat dijumpai di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (21/3/2014).
Ketidaksiapan mental ini dikarenakan parpol peserta pemilu tidak melakukan kaderisasi yang memadai. Hal ini memicu para caleg yang mudah depresi jika tidak terpilih.
"Partai tidak melakukan pendidikan yang cukup bagus. Karena memang mereka tidak diberikan bekal, psikologi, pendidikan yang bagus. Partai sejak awal harus menyampaikan itu kepada kader. Selama ini partai menerjunkan kader secara bebas," tutup Siti.
Prediksi ini diungkap oleh pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro. Menurutnya, penyebab akan banyaknya caleg menjadi gila dikarenakan partai politik (parpol) tidak melakukan rekrutmen yang ketat saat menyaring para kandidat calegnya. Sehingga kecenderungan caleg gagal ke Senayan akan besar.
"Potensi banyak orang stres, depresi, sakit jiwa, gila, karena memang partai tidak mempersiapkan mental para caleg," tegas Siti saat dijumpai di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (21/3/2014).
Ketidaksiapan mental ini dikarenakan parpol peserta pemilu tidak melakukan kaderisasi yang memadai. Hal ini memicu para caleg yang mudah depresi jika tidak terpilih.
"Partai tidak melakukan pendidikan yang cukup bagus. Karena memang mereka tidak diberikan bekal, psikologi, pendidikan yang bagus. Partai sejak awal harus menyampaikan itu kepada kader. Selama ini partai menerjunkan kader secara bebas," tutup Siti.
(hyk)