Megawati diminta waspadai pengusaha hitam
Rabu, 19 Maret 2014 - 21:15 WIB
Megawati diminta waspadai pengusaha hitam
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif mengingatkan, jangan sampai ada pengusaha hitam di balik pencapresan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi.
"Jangan nanti di belakangnya ada pengusaha hitam. Itu harus dihindari. Mudah-mudahan Ibu Megawati yang sebagai king maker atau queen harus awas terhadap itu," ujar Syafii Ma'arif di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (19/3/2014).
Syafii Ma'arif tidak mau berkomentar lebih jauh terkait pro dan kontra terkait pencapresan Jokowi. "Ya bagi saya kita terima lah, endak enaklah. Saya kenal dengan Jokowi semua," tegasnya.
Dia berpandangan kriteria presiden ke depan harus berani menegakkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, dan bisa menjaga martabat bangsa. "Menurut saya tegakkan Pancasila, UU Dasar, dan jadilah orang yang membela martabat bangsa, martabat kita, harga diri. Harga diri kita jatuh sekali," tegasnya.
Sebelumnya, Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mempertanyakan keputusan pencapresan Jokowi yang dilakukan, setelah para pengusaha menemui Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP pada Kamis 13 Maret 2014 lalu.
"Ini bisa saja terkait dengan pertemuan antara Megawati dengan pengusaha. Karena, begitu selesai pertemuan dengan pengusaha, besoknya ada pengumuman bahwa Jokowi adalah capres dari PDIP,” ujar Hendri dalam keterangan resminya, Selasa 18 Maret 2014.
"Jangan nanti di belakangnya ada pengusaha hitam. Itu harus dihindari. Mudah-mudahan Ibu Megawati yang sebagai king maker atau queen harus awas terhadap itu," ujar Syafii Ma'arif di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (19/3/2014).
Syafii Ma'arif tidak mau berkomentar lebih jauh terkait pro dan kontra terkait pencapresan Jokowi. "Ya bagi saya kita terima lah, endak enaklah. Saya kenal dengan Jokowi semua," tegasnya.
Dia berpandangan kriteria presiden ke depan harus berani menegakkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, dan bisa menjaga martabat bangsa. "Menurut saya tegakkan Pancasila, UU Dasar, dan jadilah orang yang membela martabat bangsa, martabat kita, harga diri. Harga diri kita jatuh sekali," tegasnya.
Sebelumnya, Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mempertanyakan keputusan pencapresan Jokowi yang dilakukan, setelah para pengusaha menemui Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP pada Kamis 13 Maret 2014 lalu.
"Ini bisa saja terkait dengan pertemuan antara Megawati dengan pengusaha. Karena, begitu selesai pertemuan dengan pengusaha, besoknya ada pengumuman bahwa Jokowi adalah capres dari PDIP,” ujar Hendri dalam keterangan resminya, Selasa 18 Maret 2014.
(dam)