Golput, Indonesia masuk masa transisi permanen
Rabu, 19 Maret 2014 - 17:24 WIB
Golput, Indonesia masuk masa transisi permanen
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat untuk tidak Golput dalam pemilihan umum (pemilu) nanti. Pasalnya, Golput justru membawa Indonesia ke masa transisi yang permanen.
Ganjar menyebutkan, masa transisi dimulai pada reformasi 1998 lalu, akan tetapi masa transisi sampai saat ini belum juga selesai. Padahal, saat ini sudah memasuki pemilu ketiga setelah reformasi berlangsung.
"Ini sudah memasuki pemilu yang ketiga. Jika nantinya masih banyak yang Golput, berarti pemilu gagal dan secara otomatis masa transisi ini akan terus berlangsung," ucapnya, saat ditemui SINDO di Boyolali, Rabu (19/3/2014).
Pihaknya menyebutkan, jika masa transisi ini terus dibiarkan, Indonesia tidak akan maju. Sebaliknya, Indonesia justru akan semakin terpuruk dan semakin tertinggal dengan daerah lain.
Dengan kondisi itu, pihaknya meminta agar seluruh masyarakat menyuarakan aspirasinya pada pemilu mendatang. Pihaknya juga tidak akan mendorong masyarakat untuk memilih partai politik tertentu, karena pilihan itu yang menentukan masing-masing rakyat sesuai dengan hati nuraninya.
Politikus PDIP ini menegaskan, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah harus bersikap netral dalam pemilu mendatang. Para PNS boleh menyuarakan hak mereka masing-masing tanpa adanya tekanan dari pihak pimpinan.
"PNS itu mempunyai hak untuk netral dan memilih sesuai pilihannya, yang terpenting itu semua harus berpartisipasi untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Boyolali Seno Samodra, juga meminta masyarakat untuk meningkatkan partisipasinya dalam pemilu nanti. Dalam hal ini, pihaknya mengaku lebih memilih bersikap netral, meskipun saat ini dirinya merupakan kader PDIP.
Ganjar menyebutkan, masa transisi dimulai pada reformasi 1998 lalu, akan tetapi masa transisi sampai saat ini belum juga selesai. Padahal, saat ini sudah memasuki pemilu ketiga setelah reformasi berlangsung.
"Ini sudah memasuki pemilu yang ketiga. Jika nantinya masih banyak yang Golput, berarti pemilu gagal dan secara otomatis masa transisi ini akan terus berlangsung," ucapnya, saat ditemui SINDO di Boyolali, Rabu (19/3/2014).
Pihaknya menyebutkan, jika masa transisi ini terus dibiarkan, Indonesia tidak akan maju. Sebaliknya, Indonesia justru akan semakin terpuruk dan semakin tertinggal dengan daerah lain.
Dengan kondisi itu, pihaknya meminta agar seluruh masyarakat menyuarakan aspirasinya pada pemilu mendatang. Pihaknya juga tidak akan mendorong masyarakat untuk memilih partai politik tertentu, karena pilihan itu yang menentukan masing-masing rakyat sesuai dengan hati nuraninya.
Politikus PDIP ini menegaskan, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah harus bersikap netral dalam pemilu mendatang. Para PNS boleh menyuarakan hak mereka masing-masing tanpa adanya tekanan dari pihak pimpinan.
"PNS itu mempunyai hak untuk netral dan memilih sesuai pilihannya, yang terpenting itu semua harus berpartisipasi untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Boyolali Seno Samodra, juga meminta masyarakat untuk meningkatkan partisipasinya dalam pemilu nanti. Dalam hal ini, pihaknya mengaku lebih memilih bersikap netral, meskipun saat ini dirinya merupakan kader PDIP.
(kri)