Jokowi jadi capres karena desakan pengusaha?

Rabu, 19 Maret 2014 - 06:15 WIB
Jokowi jadi capres karena...
Jokowi jadi capres karena desakan pengusaha?
A A A
Sindonews.com - Keputusan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Megawati Soekarnoputri memilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) dari partainya dicurigai bukan murni kalkulasi politik.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menduga keputusan tersebut didasarkan adanya desakan dari para pengusaha yang menemui Megawati di Kantor DPP PDIP pada Kamis 13 Maret 2014 lalu.

"Ini bisa saja terkait dengan pertemuan antara Megawati dengan pengusaha. Karena, begitu selesai pertemuan dengan pengusaha, besoknya ada pengumuman bahwa Jokowi adalah Capres dari PDIP,” ujar Hendri dalam keterangan resminya, Selasa 18 Maret 2014.

Bila pengumuman capres sebagai momen penting bagi PDIP, seharusnya Megawati bersama Jokowi mengumumkan di depan awak media dan dengan bangga mengatakan, “Ini lho capres pilihan saya." Namun hal itu tidak terjadi.

Ketidakhadiran Megawati dalam pengumuman pencapresan Gubernur DKI Jakarta yang kerap dipanggil Jokowi itu, Hendri menduga ada alasan tersendiri. Yakni latar belakang perjanjian Batutulis yang pernah dijalin antara Megawati dan Prabowo Subianto pada 2009 silam.

Hendri menyayangkan sikap Jokowi yang menerima saja keputusan PDIP mencalonkan dirinya sebagai kandidat capres. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta itu pernah mengatakan tidak akan menjadi kutu loncat. Dia juga berjanji akan memimpin Jakarta hingga masa jabatanya usai.

Dia menilai, pencalonan Joko Widodo sebagai presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai boneka politik saja. “Kenapa Jokowi begitu bangga ketika pengumuman tersebut. Apakah Jokowi boneka partai?,” tukasnya.

Jokowi bisa dikatakan sebagai tokoh tren dengan faktor kagetan. Bukan hanya Indonesia yang kaget ada tokoh seperti Jokowi, bahkan PDIP sendiri juga kaget. Sehingga mereka terlambat mengantisipasi kehadiran Jokowi di internal partai.

“Sayangnya, Jokowi sepertinya lebih patuh terhadap partai dan golongan. Bila saja Jokowi bisa lebih patuh terhadap rakyat, pasti dia akan menjadi pemimpin besar, kelak di kemudian hari,” pungkas Hendri.
(hyk)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Begini Suasana Terkini di Gedung Kejagung
Boyamin Saiman Dukung...
Boyamin Saiman Dukung Kasus Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Diambil Kejagung: Tak Ada Lagi Kesan Saling Buka Borok
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Mengapa Orang Baik Memilih...
Mengapa Orang Baik Memilih Diam?
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved