Jangan gadaikan negara dengan perilaku golput
Selasa, 18 Maret 2014 - 21:27 WIB
Jangan gadaikan negara dengan perilaku golput
A
A
A
Sindonews.com - Masyarakat Indonesia diminta untuk tidak melakukan golput dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Pasalnya, hal tersebut akan merugikan bangsa Indonesia beberapa tahun ke depan.
"Akankah rakyat yang mempunyai hak pilih membiarkan kesempatan memilih yang terbaik berlalu begitu saja dengan tak datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara)? Jangan gadaikan negara ini untuk lima tahun ke depan dengan menjadi golput," kata Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jakarta Willy Sumarlin dalam rilisnya, Selasa (18/3/2014).
Dia menegaskan, partai politik (parpol) harus aktif memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, jika kampanye dan pencoblosan hingga hari 'H' sebagai bentuk perubahan untuk Indonesia.
"Masyarakat juga harus aktif, tidak hanya dalam masa kampanye, tapi mereka pun berbondong-bondong mendatangi TPS pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014," ungkap dia.
Maka itu, dia menuturkan, agar parpol mengikuti aturan yang berlalu pada Pemilu 2014. Hal itu, kata dia, untuk menciptakan pemilu yang berintegritas dan transparan.
"Kami mengimbau kepada partai politik peserta Pemilu 2014, untuk mematuhi peraturan yang berlaku agar terwujudnya pemilu jujur, adil, aman, tertib, damai, transparan dan berintegritas," ucapnya.
Parpol harus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, aktivitas kampanye hingga pencoblosan pada hari “H” adalah aktivitas untuk masyarakat. "Masyarakat juga harus aktif, tidak hanya dalam masa kampanye, tapi mereka pun berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara pada Pileg 9 April 2014," pungkasnya.
"Akankah rakyat yang mempunyai hak pilih membiarkan kesempatan memilih yang terbaik berlalu begitu saja dengan tak datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara)? Jangan gadaikan negara ini untuk lima tahun ke depan dengan menjadi golput," kata Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jakarta Willy Sumarlin dalam rilisnya, Selasa (18/3/2014).
Dia menegaskan, partai politik (parpol) harus aktif memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, jika kampanye dan pencoblosan hingga hari 'H' sebagai bentuk perubahan untuk Indonesia.
"Masyarakat juga harus aktif, tidak hanya dalam masa kampanye, tapi mereka pun berbondong-bondong mendatangi TPS pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014," ungkap dia.
Maka itu, dia menuturkan, agar parpol mengikuti aturan yang berlalu pada Pemilu 2014. Hal itu, kata dia, untuk menciptakan pemilu yang berintegritas dan transparan.
"Kami mengimbau kepada partai politik peserta Pemilu 2014, untuk mematuhi peraturan yang berlaku agar terwujudnya pemilu jujur, adil, aman, tertib, damai, transparan dan berintegritas," ucapnya.
Parpol harus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, aktivitas kampanye hingga pencoblosan pada hari “H” adalah aktivitas untuk masyarakat. "Masyarakat juga harus aktif, tidak hanya dalam masa kampanye, tapi mereka pun berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara pada Pileg 9 April 2014," pungkasnya.
(maf)