Disayang SBY, Pasek pede aman di DPR
Selasa, 18 Maret 2014 - 10:56 WIB
Disayang SBY, Pasek pede aman di DPR
A
A
A
Sindonews.com - Gede Pasek Suardika merasa yakin kursinya di Senayan aman hingga masa jabatannya berakhir. Karena, ia merasa masih disayang Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Kendati Ketua Harian Demokrat Syarif Hasan telah mengajukan surat pencopotan Pasek dari keanggotaan DPR dan partai, namun sampai saat ini posisi politikus asal Bali itu masih aman bercokol di Senayan.
Baginya, surat pemecatan dan recall yang diajukan Syarif janggal, sehingga oleh pimpinan DPR hal itu ditolak. “Kok saya yang dipecat? Sementara dia yang jelas-jelas terlibat kasus videotron dibiarkan,“ ujarnya dihubungi Selasa (18/3/2014)
Karenanya, alasan pemecatan yang dinilai aneh dan tidak sesuai mekanisme itulah, maka wajar jika pimpinan DPR menolak dan SBY juga tidak meneken surat persetujuan pemecatan.
“Ketum (SBY), masih sayang saya, nyatanya sampai sekarang beliau tidak mau menandatangani surat pemecatan,“ imbuh Pasek yang kini maju sebagai calon Dewan Perwakilan Daerah DPD itu.
Bagi Pasek, SBY telah menjadi guru politiknya selama ini dan dia tidak ada keinginan untuk keluar dari partai berlambang bintang bintang segitiga itu.
Meski demikian, Pasek tetap memandang jika nantinya dia benar-benar dipecat, maka tidak dianggapnya sebagai musibah sebaliknya menjadi berkah.
Dia juga yakin keanggotannya di DPR akan berakhir sesuai periode hingga Oktober mendatang. Pasalnya, SBY masih menginginkan dirinya untuk berkiprah di Partai Demokrat.
Diakuinya, hikmah dari apa yang dialaminya di partai bahwa dimanapun berada berkiprah seperti sekarang digeser ke Komisi IX tetap bisa melakukan yang terbaik dan mensyukuri apapun yang terjadi.
"Sekarang saya main di pinggiran, seperti makan bubur justru lebih nikmat, ya dinikmati aja," imbuh Sekjen Perhimpunan Pergerakan Indonesia PPI) ini.
Kendati Ketua Harian Demokrat Syarif Hasan telah mengajukan surat pencopotan Pasek dari keanggotaan DPR dan partai, namun sampai saat ini posisi politikus asal Bali itu masih aman bercokol di Senayan.
Baginya, surat pemecatan dan recall yang diajukan Syarif janggal, sehingga oleh pimpinan DPR hal itu ditolak. “Kok saya yang dipecat? Sementara dia yang jelas-jelas terlibat kasus videotron dibiarkan,“ ujarnya dihubungi Selasa (18/3/2014)
Karenanya, alasan pemecatan yang dinilai aneh dan tidak sesuai mekanisme itulah, maka wajar jika pimpinan DPR menolak dan SBY juga tidak meneken surat persetujuan pemecatan.
“Ketum (SBY), masih sayang saya, nyatanya sampai sekarang beliau tidak mau menandatangani surat pemecatan,“ imbuh Pasek yang kini maju sebagai calon Dewan Perwakilan Daerah DPD itu.
Bagi Pasek, SBY telah menjadi guru politiknya selama ini dan dia tidak ada keinginan untuk keluar dari partai berlambang bintang bintang segitiga itu.
Meski demikian, Pasek tetap memandang jika nantinya dia benar-benar dipecat, maka tidak dianggapnya sebagai musibah sebaliknya menjadi berkah.
Dia juga yakin keanggotannya di DPR akan berakhir sesuai periode hingga Oktober mendatang. Pasalnya, SBY masih menginginkan dirinya untuk berkiprah di Partai Demokrat.
Diakuinya, hikmah dari apa yang dialaminya di partai bahwa dimanapun berada berkiprah seperti sekarang digeser ke Komisi IX tetap bisa melakukan yang terbaik dan mensyukuri apapun yang terjadi.
"Sekarang saya main di pinggiran, seperti makan bubur justru lebih nikmat, ya dinikmati aja," imbuh Sekjen Perhimpunan Pergerakan Indonesia PPI) ini.
(kri)