Jika jadi cawapres, Abraham samad harus mundur
Senin, 17 Maret 2014 - 21:09 WIB
Jika jadi cawapres, Abraham samad harus mundur
A
A
A
Sindonews.com - Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, cuaca politik semakin terasa. Sejumlah nama yang digadang-gadang sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres), terus bermunculan.
Bahkan, nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, disebut berpotensi jadi cawapres. Dia dinilai layak mendampingi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang sudah siap maju sebagai capres.
Juru Bicara (Jubir) KPK Johan Budi SP menyatakan, jika Abraham Samad benar dan maju menjadi cawapres untuk mendampingi Prabowo. Tentu ada konsekuensi logis yang harus dilakukan Abraham Samad.
"Kalau mau nyapres, ya dia harus mundur dulu dari KPK," kata Johan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/3/2014).
Kendati demikian, Johan sendiri tidak mau berkomentar lebih jauh mengenai kemungkinan Abraham Samad ikut bursa sebagai cawapres. Menurutnya, biar publik yang menilai tepat atau tidak. "Itu kembali ke pribadi pimpinan, biar publik yang menilai," tegas Johan.
Bahkan, nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, disebut berpotensi jadi cawapres. Dia dinilai layak mendampingi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang sudah siap maju sebagai capres.
Juru Bicara (Jubir) KPK Johan Budi SP menyatakan, jika Abraham Samad benar dan maju menjadi cawapres untuk mendampingi Prabowo. Tentu ada konsekuensi logis yang harus dilakukan Abraham Samad.
"Kalau mau nyapres, ya dia harus mundur dulu dari KPK," kata Johan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/3/2014).
Kendati demikian, Johan sendiri tidak mau berkomentar lebih jauh mengenai kemungkinan Abraham Samad ikut bursa sebagai cawapres. Menurutnya, biar publik yang menilai tepat atau tidak. "Itu kembali ke pribadi pimpinan, biar publik yang menilai," tegas Johan.
(maf)