Jokowi belum jadi pemimpin
Senin, 17 Maret 2014 - 17:20 WIB
Jokowi belum jadi pemimpin
A
A
A
Sindonews.com - Majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus menjadi perbincangan. Ada yang menilai Jokowi belum pantas, karena belum berhasil memimpin ibu kota.
Pakar Ilmu Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan seorang pekerja belum menjamin memiliki karakter pemimpin. Rekam jejak Jokowi yang cenderung singkat di Jakarta, sehingga sulit untuk menyematkan cap pemimpin.
"Belum cukup panjang ya untuk memberikan review terhadap Jokowi. Ini kan ujungnya karakter kepemimpinannya yang ditanya, berat menurut saya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Senin (17/3/2014).
Menurutnya, sulit untuk menilai kemampuan Jokowi dalam memimpin karena dalam ukuran waktu baru 15 bulan bekerja memimpin Jakarta. Ia menilai, banyak program Jokowi yang sifatnya masih belum melembaga.
"Kalau tiga tahun mungkin bisa paham, ini baru 15 bulan. Jadi belum sampai pada satu tataran dia menginstitusionalisasikan atau melembagakan beberapa visi-misi programnya yang disampaikan di Pemilukada 2012," tandasnya.
Siti menjelaskan, ciri seorang pemimpin itu biasanya ditandai dengan kemampuannya menggerakkan komunitas atau masyarakat. Pemimpin yang dikagumi rakyat biasanya dengan mudah dipahami kehendaknya.
"Auranya bisa mensugesti, mengarahkan, mendorong, men-trigger masyarakat. Pemimpin yang benar-benar dikagumi dan diikuti oleh rakyat biasanya tidak diperintah pun, yang lainnya mengikuti. Itu yang belum saya lihat benar dari Jokowi," pungkasnya.
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) resmi mendapatkan mandat dari Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden (capres). Mandat tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasional PDIP Puan Maharani.
Pakar Ilmu Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan seorang pekerja belum menjamin memiliki karakter pemimpin. Rekam jejak Jokowi yang cenderung singkat di Jakarta, sehingga sulit untuk menyematkan cap pemimpin.
"Belum cukup panjang ya untuk memberikan review terhadap Jokowi. Ini kan ujungnya karakter kepemimpinannya yang ditanya, berat menurut saya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Senin (17/3/2014).
Menurutnya, sulit untuk menilai kemampuan Jokowi dalam memimpin karena dalam ukuran waktu baru 15 bulan bekerja memimpin Jakarta. Ia menilai, banyak program Jokowi yang sifatnya masih belum melembaga.
"Kalau tiga tahun mungkin bisa paham, ini baru 15 bulan. Jadi belum sampai pada satu tataran dia menginstitusionalisasikan atau melembagakan beberapa visi-misi programnya yang disampaikan di Pemilukada 2012," tandasnya.
Siti menjelaskan, ciri seorang pemimpin itu biasanya ditandai dengan kemampuannya menggerakkan komunitas atau masyarakat. Pemimpin yang dikagumi rakyat biasanya dengan mudah dipahami kehendaknya.
"Auranya bisa mensugesti, mengarahkan, mendorong, men-trigger masyarakat. Pemimpin yang benar-benar dikagumi dan diikuti oleh rakyat biasanya tidak diperintah pun, yang lainnya mengikuti. Itu yang belum saya lihat benar dari Jokowi," pungkasnya.
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) resmi mendapatkan mandat dari Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden (capres). Mandat tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasional PDIP Puan Maharani.
(kri)