Pimpinan partai Islam berpeluang jadi cawapres
Senin, 17 Maret 2014 - 08:18 WIB
Pimpinan partai Islam berpeluang jadi cawapres
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum dari partai menengah, khususnya dari partai berbasis Islam berpeluang menjadi calon wakil presiden (cawapres). Bakal calon presiden (capres) yang telah deklarasi umumnya membutuhkan pendamping dari tokoh yang merepresentasikan kelompok politik berbasis Islam.
Beberapa pemimpin partai politik (parpol) dianggap berbasis Islam adalah, Hatta Radjasa dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan Suryadharma Ali dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
"Kalau tidak sampai 20 persen, yang paling mungkin koalisi dengan kalangan faksi Islam. Kemungkinan besar cawapresnya bukan kalangan nasionalis lagi," ujar pengamat politik Arizka Warganegara, kepada wartawa, Jakarta, Minggu, 16 Maret 2014.
Menurutnya tokoh seperti Hatta Radjasa, dianggap pantas untuk diajukan sebagai pendamping capres dari partai berbasis nasionalis seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Asalkan PAN mempunyai jumlah suara yang baik. "Menjadi pemimpin sebuah parpol itu menjadi kelebihan Hatta Radjasa," jelasnya.
Sementara itu, untuk Suryadharma Ali, juga dianggap memiliki peluang yang sama. Hanya saja, Suryadharma dan PPP masih banyak diragukan untuk sekadar memenuhi syarat lolos ke parlemen.
Lanjutnya, dua sosok lain yang memiliki peluang adalah Jusuf Kalla dan Mahfud MD. Kedua tokoh itu sayangnya tidak memiliki parpol sebagai kendaraan politik.
Beberapa pemimpin partai politik (parpol) dianggap berbasis Islam adalah, Hatta Radjasa dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan Suryadharma Ali dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
"Kalau tidak sampai 20 persen, yang paling mungkin koalisi dengan kalangan faksi Islam. Kemungkinan besar cawapresnya bukan kalangan nasionalis lagi," ujar pengamat politik Arizka Warganegara, kepada wartawa, Jakarta, Minggu, 16 Maret 2014.
Menurutnya tokoh seperti Hatta Radjasa, dianggap pantas untuk diajukan sebagai pendamping capres dari partai berbasis nasionalis seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Asalkan PAN mempunyai jumlah suara yang baik. "Menjadi pemimpin sebuah parpol itu menjadi kelebihan Hatta Radjasa," jelasnya.
Sementara itu, untuk Suryadharma Ali, juga dianggap memiliki peluang yang sama. Hanya saja, Suryadharma dan PPP masih banyak diragukan untuk sekadar memenuhi syarat lolos ke parlemen.
Lanjutnya, dua sosok lain yang memiliki peluang adalah Jusuf Kalla dan Mahfud MD. Kedua tokoh itu sayangnya tidak memiliki parpol sebagai kendaraan politik.
(kur)