Gerindra: Kalau kalah jangan balik jadi gubernur
Minggu, 16 Maret 2014 - 19:33 WIB
Gerindra: Kalau kalah jangan balik jadi gubernur
A
A
A
Sindonews.com - Pencapresan Gubernur DKI Joko Widodo terus menuai protes. Pasalnya, belum ada program Jokowi yang terealisasi hingga satu tahun lebih menjabat sebagai gubernur.
"Semua programnya belum jadi apa-apa. Seharusnya beliau (Jokowi) mencari solusi terlebih dahulu atas program-programnya yang memiliki masalah," kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi saat dihubungi, Minggu (16/3/2014).
Sanusi menjelaskan, memberanikan diri untuk maju sebagai Calon Presiden (Capres) 2014, Jokowi lebih baik menyatakan mundur ketimbang cuti. Sebab, kata dia, jika Jokowi mengambil cuti malah akan memperkeruh semua programnya dengan membebankannya ke Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama.
Kendati demikian, Sanusi mengakui jika Jokowi memiliki alternatif untuk mengambil cuti dan hanya menunggu surat izin dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, sekali lagi Sanusi menegaskan lebih baik Jokowi mundur daripada membebani Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta termasuk anggota dewan.
"Kalau Jakarta hanya sebagai batu loncatan silakan loncat sekalian, kalau kalah jangan balik lagi jadi Gubernur. Dia itu kan kalau cuti sampai 4-5 bulan. Kalau cuma wakil yang bekerja sudah pasti Jakarta semakin kacau," tegasnya.
"Semua programnya belum jadi apa-apa. Seharusnya beliau (Jokowi) mencari solusi terlebih dahulu atas program-programnya yang memiliki masalah," kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi saat dihubungi, Minggu (16/3/2014).
Sanusi menjelaskan, memberanikan diri untuk maju sebagai Calon Presiden (Capres) 2014, Jokowi lebih baik menyatakan mundur ketimbang cuti. Sebab, kata dia, jika Jokowi mengambil cuti malah akan memperkeruh semua programnya dengan membebankannya ke Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama.
Kendati demikian, Sanusi mengakui jika Jokowi memiliki alternatif untuk mengambil cuti dan hanya menunggu surat izin dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, sekali lagi Sanusi menegaskan lebih baik Jokowi mundur daripada membebani Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta termasuk anggota dewan.
"Kalau Jakarta hanya sebagai batu loncatan silakan loncat sekalian, kalau kalah jangan balik lagi jadi Gubernur. Dia itu kan kalau cuti sampai 4-5 bulan. Kalau cuma wakil yang bekerja sudah pasti Jakarta semakin kacau," tegasnya.
(mhd)