Kemenag: Masyarakat tak paham standar istita'ah

Jum'at, 14 Maret 2014 - 23:53 WIB
Kemenag: Masyarakat...
Kemenag: Masyarakat tak paham standar istita'ah
A A A
Sindonews.com - Kementerian Agama (Kemenag) menilai masyarakat belum memahami apa yang dimaksudkan standar istita'ah. Tentunya hal ini harus bisa dipahami oleh masyarakat agar nantinya dapat berjalan dengan baik.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar mengatakan, Dalam haji istita'ah ada tiga dikelompokan yaitu istita'ah dari segi badan. Hal ini berkaitan dengan kesehatan fisik dan jiwa jemaah.

"Kemenkeslah yang tahu terkait hal ini. Kemenag tidak mengetahui bagaimana sistem pemeriksaannya," kata dia saat ditemui di Jakarta, Jumat (14/3/2014).

Selain itu, istita'ah terkait harta beda. Dalam hal ini kemampuan keuangan ada syarat yang berlapis, hal ini dimungkinkan agar masyarakat yang mau berhaji jangan sampai termiskinkan setelah dia pulang dari tanah suci. Atau keluarga yang ditinggalkan menjadi tidak terurus, anak-anak tidak sekolah karena harta yang dimiliki terjual.

"Mungkin dia mampu membayar ONH nya, tetapi tidak untuk biaya setelah hajinya dan biaya kehidupan keluarganya. Maka itu tidak dibolehkan," papar Nasaruddin.

Nasaruddin juga mengatakan, keamanan jemaah juga harus diperhatikan. Tidak diwajibkan dan diperbolehkan jika di Arab Saudi sedang terserang wabah penyakit mematikan atau terjadi perang yang mengancam jiwa. Maka hal-hal seperti ini harus diketahui oleh masyarakat yang ingin berhaji.

Dalam pengurusan haji, sebetulnya peran Kemenag sangat sedikit. Diketahui bahwa seperti penerbangan telah diurusi oleh Kementerian Perhubungan, kesehatan diurusi oleh Kementerian Kesehatan dan dalam segi keamanan dilakukan dengan merekrut kepolisian dan TNI serta melibatkan KPK dalam segi monitoring.

Jadi, haji bukanlah pemaksaan. Beberapa istita'ah yang ada jika tidak mampu dipenuhi janganlah dipaksakan. Untuk sebaiknya, jangan memaksakan dengan mengedepankan banyak jemaah tetapi kualitas jemaah tersebut.

"Namun, jumlah penduduk yang besar memaksakan untuk pemerintah mencari jalan keluar karena kita negara muslim terbesar di dunia," harap dia.

Baca berita:
Pelunasan biaya haji tergantung kurs dolar
(kri)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved