HT 'bisa' bawa ekonomi Indonesia ke-5 besar dunia
Jum'at, 14 Maret 2014 - 14:13 WIB
HT 'bisa' bawa ekonomi Indonesia ke-5 besar dunia
A
A
A
Sindonews.com - Calon Wakil Presiden Hary Tanoesoedibjo (HT) bermimpi membawa perekonomian Indonesia menjadi lima besar di dunia. Posisi pertama ditempati USA dengan kekuatan ekonomi USD16 triliun per tahun, Cina USD9 triliun, Jepang USD6 triliun, Jerman USD3,4 dan Perancis.
"Sebab kita memiliki potensi itu. Saya memimpikan membawa perubahan itu," tutur HT dalam sambutannya, di depan acara silaturahmi dan dialog dengan pendeta hamba Tuhan se-eks Karsidenan Kediri, di Kota Tulungagung, Jumat (14/3/2014).
Sejumlah sumber kekayaan alam Indonesia, kata HT, adalah yang terbesar. Ketua Bappilu Partai Hanura ini menggambarkan luasnya kawasan hutan tropis dan perkebunan yang dimiliki Indonesia. Kemudian bentangan lautan dengan hasil baharinya, hingga aneka tambang yang luar biasa jumlahnya.
"Terutama batubara, Indonesia merupakan salah satu produsen yang terbesar di dunia," tegasnya.
Bercermin dari itu, lanjut HT, harusnya pendapatan per kapita rata-rata penduduk Indonesia tidak berhenti pada margin Rp3,4 juta per bulan. Tetapi Rp12 juta per bulan, sebagaimana syarat utama sebuah negara maju.
"Namun ironisnya semua di sini masih impor. Mulai dari garam, kedelai, gula, hingga cabe, mendatangkan dari negara lain," paparnya disambut tepuk tangan meriah.
HT mengaku sudah melakukan perjalanan panjang ke seluruh pelosok nusantara. Pengusaha keturunan Trenggalek dan Tuban ini telah mendatangi berbagai lapisan masyarakat, mulai petani, buruh, guru, wirausahawan, hingga nelayan, sekaligus menyerap segala aspirasinya.
Dia mengaku sangat prihatin melihat kondisi masyarakat yang ada. Negara yang seharusnya bisa kuat di mata dunia, ternyata ekonominya lebih besar bergantung pada utang. Sejak reformasi, neraca pembayaran negara tetap negatif. Solusi yang dilakukan pemerintah hanya utang dan mengurangi subsidi.
"Akibatnya, kesenjangan si miskin dan si kaya berada pada jurang yang begitu tajam. Saat ini Indonesia adalah negara yang tidak memiliki kepastian. Mulai dari ketidakpastian ekonomi, hingga hukum," jelasnya.
Kendati begitu, HT optimis, Indonesia bisa menjadi lebih baik. Negara dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa itu, menurutnya bisa bangkit lebih baik, asalkan memiliki pemimpin yang berkarakter tegas, peduli, dan bersih.
"Karenanya saya terjun ke politik, murni mengabdi demi perubahan Indonesia lebih baik," pungkasnya.
"Sebab kita memiliki potensi itu. Saya memimpikan membawa perubahan itu," tutur HT dalam sambutannya, di depan acara silaturahmi dan dialog dengan pendeta hamba Tuhan se-eks Karsidenan Kediri, di Kota Tulungagung, Jumat (14/3/2014).
Sejumlah sumber kekayaan alam Indonesia, kata HT, adalah yang terbesar. Ketua Bappilu Partai Hanura ini menggambarkan luasnya kawasan hutan tropis dan perkebunan yang dimiliki Indonesia. Kemudian bentangan lautan dengan hasil baharinya, hingga aneka tambang yang luar biasa jumlahnya.
"Terutama batubara, Indonesia merupakan salah satu produsen yang terbesar di dunia," tegasnya.
Bercermin dari itu, lanjut HT, harusnya pendapatan per kapita rata-rata penduduk Indonesia tidak berhenti pada margin Rp3,4 juta per bulan. Tetapi Rp12 juta per bulan, sebagaimana syarat utama sebuah negara maju.
"Namun ironisnya semua di sini masih impor. Mulai dari garam, kedelai, gula, hingga cabe, mendatangkan dari negara lain," paparnya disambut tepuk tangan meriah.
HT mengaku sudah melakukan perjalanan panjang ke seluruh pelosok nusantara. Pengusaha keturunan Trenggalek dan Tuban ini telah mendatangi berbagai lapisan masyarakat, mulai petani, buruh, guru, wirausahawan, hingga nelayan, sekaligus menyerap segala aspirasinya.
Dia mengaku sangat prihatin melihat kondisi masyarakat yang ada. Negara yang seharusnya bisa kuat di mata dunia, ternyata ekonominya lebih besar bergantung pada utang. Sejak reformasi, neraca pembayaran negara tetap negatif. Solusi yang dilakukan pemerintah hanya utang dan mengurangi subsidi.
"Akibatnya, kesenjangan si miskin dan si kaya berada pada jurang yang begitu tajam. Saat ini Indonesia adalah negara yang tidak memiliki kepastian. Mulai dari ketidakpastian ekonomi, hingga hukum," jelasnya.
Kendati begitu, HT optimis, Indonesia bisa menjadi lebih baik. Negara dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa itu, menurutnya bisa bangkit lebih baik, asalkan memiliki pemimpin yang berkarakter tegas, peduli, dan bersih.
"Karenanya saya terjun ke politik, murni mengabdi demi perubahan Indonesia lebih baik," pungkasnya.
(san)