Golkar berang terhadap pernyataan Ruhut
Jum'at, 14 Maret 2014 - 09:25 WIB
Golkar berang terhadap pernyataan Ruhut
A
A
A
Sindonews.com - Seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul kembali berulah. Dia menuding kader Partai Golkar paling banyak terlibat kasus korupsi dan disusul kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Pernyataan ini menyulut amarah Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Leo Nababan. Dia mengingatkan Ruhut tak perlu sibuk mengkritik partai lain.
"Untuk Ruhut, enggak usah urus partai orang lain," ujar Leo ketika dikonfirmasi Wwartawan melalui sambungan telepon, Kamis, 13 Maret 2014.
Bahkan kader partai berlambang pohon beringin ini menantang Ruhut untuk berkompetisi di Pemilu 2014. Menurutnya, keberpihakan masyarakat terhadap Partai Golkar atau ke Partai Demokrat akan dibuktikan melalui pemilu.
"Bilang ke Ruhut, ditantang Leo. Kita lihat di April pemilu nanti siapa yang akan menang dipilih rakyat? Golkar apa Demokrat?" ketusnya.
Pada kesempatan itu dia menghargai indeks dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebutkan kader Partai Golkar paling tinggi terkait persoalan hukum. Hal ini dinilainya wajar, karena sebagian besar pejabat negara di Indonesia berasal dari Partai Golkar.
"Kami menerima indeks dari KPK, 50 persen kepala daerah di Indonesia itu dari Golkar. Tentu yang kena dari Golkar," ucapnya.
Atas dasar itulah, pihaknya akan bersikap tegas jika ada kader Partai Golkar yang terbukti terlibat persoalan tindak pidana korupsi. Sikap tegas itu akan ditunjukkan melalui pemecatan kadernya sesuai aturan internal partai. "Kalau sudah menjadi terdakwa aturan dari partai jelas, kita pecat," tegasnya.
Pernyataan ini menyulut amarah Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Leo Nababan. Dia mengingatkan Ruhut tak perlu sibuk mengkritik partai lain.
"Untuk Ruhut, enggak usah urus partai orang lain," ujar Leo ketika dikonfirmasi Wwartawan melalui sambungan telepon, Kamis, 13 Maret 2014.
Bahkan kader partai berlambang pohon beringin ini menantang Ruhut untuk berkompetisi di Pemilu 2014. Menurutnya, keberpihakan masyarakat terhadap Partai Golkar atau ke Partai Demokrat akan dibuktikan melalui pemilu.
"Bilang ke Ruhut, ditantang Leo. Kita lihat di April pemilu nanti siapa yang akan menang dipilih rakyat? Golkar apa Demokrat?" ketusnya.
Pada kesempatan itu dia menghargai indeks dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebutkan kader Partai Golkar paling tinggi terkait persoalan hukum. Hal ini dinilainya wajar, karena sebagian besar pejabat negara di Indonesia berasal dari Partai Golkar.
"Kami menerima indeks dari KPK, 50 persen kepala daerah di Indonesia itu dari Golkar. Tentu yang kena dari Golkar," ucapnya.
Atas dasar itulah, pihaknya akan bersikap tegas jika ada kader Partai Golkar yang terbukti terlibat persoalan tindak pidana korupsi. Sikap tegas itu akan ditunjukkan melalui pemecatan kadernya sesuai aturan internal partai. "Kalau sudah menjadi terdakwa aturan dari partai jelas, kita pecat," tegasnya.
(kur)