SBY ancam ambil alih penanganan asap di Riau
Jum'at, 14 Maret 2014 - 00:14 WIB
SBY ancam ambil alih penanganan asap di Riau
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengancam akan mengambil alih penanganan kebakaran hutan di Provinsi Riau.
SBY mengeluarkan ancaman tersebut di akun Twitter miliknya @SBYudhoyono, pada malam ini, Kamis (13/3/2014).
"Kalau dalam waktu 1-2 hari ini Pemda Riau dan para Menteri tidak bisa mengatasi (kasus kebakaran), kepemimpinan dan pengendalian akan saya ambil alih," ancamnya.
SBY memahami keresahan dan kemarahan sebagian rakyat akibat asap dan kebakaran ladang yang terjadi lagi di Provinsi Riau. Namun dia menyebut, kebakaran ladang dan asap terjadi karena cuaca yang ekstrim, serta ulah penduduk dan perusahaan yang membakar ladang.
"Kita perlu bekerja sama. Perlu dibangun tanggung jawab dan kesadaran bersama untuk berhenti membakar ladang secara serampangan," imbuhnya.
Meski saat ini pihak kepolisian telah menetapkan 37 tersangka yang diduga sebagai pelaku pembakaran ladang di Riau itu, tetapi SBY menegaskan, kalau setiap tahun masih membakar, bencana akan terjadi lagi.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI dan Polri sendiri telah berusaha mengatasi kasus tersebut. Namun diakui SBY, hasil penanganan tersebut masih belum memuaskan.
Maka itu, malam ini SBY telah menginstruksikan agar para menteri terkait segera melakukan operasi tanggap darurat, dengan menggunakan semua cara dan alat.
"Saya juga ingin para pejabat daerah di Riau berdiri paling depan untuk cegah dan tangani asap ini. Mengapa terus terjadi dan rakyat jadi korban," tutupnya.
Baca:
Kabut asap di Riau, juga tanggung jawab pusat
Bandara Pekanbaru lumpuh, 68 penerbangan dibatalkan
Pemerintah diminta tegas terhadap pembakaran di Riau
SBY mengeluarkan ancaman tersebut di akun Twitter miliknya @SBYudhoyono, pada malam ini, Kamis (13/3/2014).
"Kalau dalam waktu 1-2 hari ini Pemda Riau dan para Menteri tidak bisa mengatasi (kasus kebakaran), kepemimpinan dan pengendalian akan saya ambil alih," ancamnya.
SBY memahami keresahan dan kemarahan sebagian rakyat akibat asap dan kebakaran ladang yang terjadi lagi di Provinsi Riau. Namun dia menyebut, kebakaran ladang dan asap terjadi karena cuaca yang ekstrim, serta ulah penduduk dan perusahaan yang membakar ladang.
"Kita perlu bekerja sama. Perlu dibangun tanggung jawab dan kesadaran bersama untuk berhenti membakar ladang secara serampangan," imbuhnya.
Meski saat ini pihak kepolisian telah menetapkan 37 tersangka yang diduga sebagai pelaku pembakaran ladang di Riau itu, tetapi SBY menegaskan, kalau setiap tahun masih membakar, bencana akan terjadi lagi.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI dan Polri sendiri telah berusaha mengatasi kasus tersebut. Namun diakui SBY, hasil penanganan tersebut masih belum memuaskan.
Maka itu, malam ini SBY telah menginstruksikan agar para menteri terkait segera melakukan operasi tanggap darurat, dengan menggunakan semua cara dan alat.
"Saya juga ingin para pejabat daerah di Riau berdiri paling depan untuk cegah dan tangani asap ini. Mengapa terus terjadi dan rakyat jadi korban," tutupnya.
Baca:
Kabut asap di Riau, juga tanggung jawab pusat
Bandara Pekanbaru lumpuh, 68 penerbangan dibatalkan
Pemerintah diminta tegas terhadap pembakaran di Riau
(mhd)