Seratusan karyawan Indoguna hadiri sidang Maria
Selasa, 11 Maret 2014 - 16:16 WIB
Seratusan karyawan Indoguna hadiri sidang Maria
A
A
A
Sindonews.com - Lebih dari seratus karyawan PT Indoguna Utama datang ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (11/3/2014) tadi. Mereka datang untuk menyaksikan sidang perdana bos perusahaan tersebut, Maria Elizabeth Liman.
Direktur Utama PT Indoguna Utama itu didakwa menyuap anggota DPR Luthfi Hasan Ishaaq yang saat peristiwa masih menjabat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Suap itu terkait kuota impor daging sapi.
“Kami mewakili seluruh karyawan PT Indoguna yang berjumlah lebih dari 2.000 orang, memohon majelis hakim Pengadilan Tipikor agar dalam memeriksa perkara ini bijaksana dan seadil mungkin," kata Ketua Serikat Karyawan PT Indoguna Utama Hilda irani di Pengadilan Tipikor, Kuningan, Jakarta, Selasa (11/3/2014).
Hilda meyakini Maria tidak bersalah dalam kasus kuota impor daging sapi. "Orang tua kami ini telah menjadi korban dari permainan makelar jahat yang hanya ingin mengeruk keuntungan dari perusahaan kami,” tegasnya.
Para karyawan PT Indoguna terlihat menyalami Maria, bahkan ada yang menangis. “Kami berharap persoalan ini segera selesai dengan baik dan seadil-adilnya. Kami hanya bisa mendoakan Ibu Maria Elizabeth bisa cepat kembali bersama-sama dengan kami," ujarnya.
Berita:
Didakwa suap, Bos Indoguna tidak ajukan eksepsi
Direktur Utama PT Indoguna Utama itu didakwa menyuap anggota DPR Luthfi Hasan Ishaaq yang saat peristiwa masih menjabat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Suap itu terkait kuota impor daging sapi.
“Kami mewakili seluruh karyawan PT Indoguna yang berjumlah lebih dari 2.000 orang, memohon majelis hakim Pengadilan Tipikor agar dalam memeriksa perkara ini bijaksana dan seadil mungkin," kata Ketua Serikat Karyawan PT Indoguna Utama Hilda irani di Pengadilan Tipikor, Kuningan, Jakarta, Selasa (11/3/2014).
Hilda meyakini Maria tidak bersalah dalam kasus kuota impor daging sapi. "Orang tua kami ini telah menjadi korban dari permainan makelar jahat yang hanya ingin mengeruk keuntungan dari perusahaan kami,” tegasnya.
Para karyawan PT Indoguna terlihat menyalami Maria, bahkan ada yang menangis. “Kami berharap persoalan ini segera selesai dengan baik dan seadil-adilnya. Kami hanya bisa mendoakan Ibu Maria Elizabeth bisa cepat kembali bersama-sama dengan kami," ujarnya.
Berita:
Didakwa suap, Bos Indoguna tidak ajukan eksepsi
(dam)