Warga Cirebon masih buta calon yang akan dicoblos
Minggu, 09 Maret 2014 - 18:32 WIB
Warga Cirebon masih buta calon yang akan dicoblos
A
A
A
Sindonews.com - Banyaknya alat peraga kampanye para calon legislatif (caleg) di berbagai sudut kota suatu daerah, rupanya tak menjamin sosok mereka dikenal baik masyarakat. Setidaknya gambaran seperti itu berlaku di Kota Cirebon.
Tak sedikit masyarakat Kota Udang yang belum mengenali calon-calon wakilnya. Padahal, pemilihan umum legislatif (Pileg) berlangsung satu bulan lagi, tepat 9 April mendatang.
Salah seorang warga Perumnas, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Endah, mengaku belum mengetahui siapa-siapa saja calon wakil rakyat yang akan dipilihnya kelak.
Dirinya hanya mengetahui, belakangan banyak orang dari beragam partai politik (parpol) yang membagikan sembako. “Tahu sih mau ada pemilu, tapi belum tahu mau milih siapa. Enggak ada yang kenal. Paling tahunya sekarang banyak partai politik aja yang bagi-bagi sembako,” ungkap ibu rumah tangga ini saat dijumpai di sela kegiatan Gerak Jalan Sehat Menuju Pemilu Jujur, Adil, dan Berintegritas, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon, Minggu (9/3/2014).
Endah pun tak dapat memastikan penggunaan hak suaranya kelak. Nyaris senada dengan Endah, ketidaktahuan atas sosok calon wakil rakyat juga diungkapkan salah seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Cirebon, Yudis.
Menurut dia, sejauh ini dirinya hanya mengetahui beberapa caleg saja dari alat-alat peraga yang dijumpainya di jalan. Namun, pengetahuan mengenai para calon wakil rakyatnya hanya sebatas melihat nama dan gambar pada alat peraga.
“Saya tahu pileg nanti banyak calon wakil rakyat yang harus dipilih, tapi saya sendiri belum bisa menentukan pilihan mau mencoblos siapa,” kata dia dijumpai saat kesempatan yang sama.
Sementara itu, Anggota KPU Kota Cirebon Dita Hudayani mengakui banyaknya caleg yang harus dipilih kelak. Di Kota Cirebon saja, tercatat 400 caleg yang memperebutkan 35 kursi DPRD Kota Cirebon.
Dia menyebutkan, kegiatan gerak jalan sehat yang digelar hari itu tak lain untuk mengingatkan masyarakat akan hajat besar pada 9 April mendatang. Selain menggelar gerak jalan sehat, kegiatan itu juga diisi dengan pengenalan masing-masing caleg DPRD Kota Cirebon kepada masyarakat.
“Di sini ka nada pengenalan masing-masing caleg dari tiap parpol, diharapkan masyarakat mengenal dan mengetahui wakil rakyat yang akan dipilihnya nanti,” tutur dia.
Selain menggelar gerak jalan sehat, KPU Kota Cirebon juga membentuk relawan demokrasi yang beranggotakan 25 orang dari beragam komunitas. Masing-masing anggota relawan bertugas menyosialisasikan pemilu ke setiap komunitasnya.
Langkah-langkah itu diharapkan dapat mengingatkan masyarakat akan pemilu serta menghindari golput. KPU Kota Cirebon sendiri menargetkan tingkat partisipasi pemilih 75 persen, meningkat dari pemilu sebelumnya yang tercatat sekitar 69 persen.
Gerak jalan sehat diikuti sekitar 1.500 orang dari seluruh lembaga terkait, seperti muspida, instansi pemerintahan, parpol, para caleg, pemilih pemula, dan lainnya. Kegiatan yang dibuka Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno itu mengambil titik start dan finish di depan kantor KPU Kota Cirebon.
Tak sedikit masyarakat Kota Udang yang belum mengenali calon-calon wakilnya. Padahal, pemilihan umum legislatif (Pileg) berlangsung satu bulan lagi, tepat 9 April mendatang.
Salah seorang warga Perumnas, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Endah, mengaku belum mengetahui siapa-siapa saja calon wakil rakyat yang akan dipilihnya kelak.
Dirinya hanya mengetahui, belakangan banyak orang dari beragam partai politik (parpol) yang membagikan sembako. “Tahu sih mau ada pemilu, tapi belum tahu mau milih siapa. Enggak ada yang kenal. Paling tahunya sekarang banyak partai politik aja yang bagi-bagi sembako,” ungkap ibu rumah tangga ini saat dijumpai di sela kegiatan Gerak Jalan Sehat Menuju Pemilu Jujur, Adil, dan Berintegritas, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon, Minggu (9/3/2014).
Endah pun tak dapat memastikan penggunaan hak suaranya kelak. Nyaris senada dengan Endah, ketidaktahuan atas sosok calon wakil rakyat juga diungkapkan salah seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Cirebon, Yudis.
Menurut dia, sejauh ini dirinya hanya mengetahui beberapa caleg saja dari alat-alat peraga yang dijumpainya di jalan. Namun, pengetahuan mengenai para calon wakil rakyatnya hanya sebatas melihat nama dan gambar pada alat peraga.
“Saya tahu pileg nanti banyak calon wakil rakyat yang harus dipilih, tapi saya sendiri belum bisa menentukan pilihan mau mencoblos siapa,” kata dia dijumpai saat kesempatan yang sama.
Sementara itu, Anggota KPU Kota Cirebon Dita Hudayani mengakui banyaknya caleg yang harus dipilih kelak. Di Kota Cirebon saja, tercatat 400 caleg yang memperebutkan 35 kursi DPRD Kota Cirebon.
Dia menyebutkan, kegiatan gerak jalan sehat yang digelar hari itu tak lain untuk mengingatkan masyarakat akan hajat besar pada 9 April mendatang. Selain menggelar gerak jalan sehat, kegiatan itu juga diisi dengan pengenalan masing-masing caleg DPRD Kota Cirebon kepada masyarakat.
“Di sini ka nada pengenalan masing-masing caleg dari tiap parpol, diharapkan masyarakat mengenal dan mengetahui wakil rakyat yang akan dipilihnya nanti,” tutur dia.
Selain menggelar gerak jalan sehat, KPU Kota Cirebon juga membentuk relawan demokrasi yang beranggotakan 25 orang dari beragam komunitas. Masing-masing anggota relawan bertugas menyosialisasikan pemilu ke setiap komunitasnya.
Langkah-langkah itu diharapkan dapat mengingatkan masyarakat akan pemilu serta menghindari golput. KPU Kota Cirebon sendiri menargetkan tingkat partisipasi pemilih 75 persen, meningkat dari pemilu sebelumnya yang tercatat sekitar 69 persen.
Gerak jalan sehat diikuti sekitar 1.500 orang dari seluruh lembaga terkait, seperti muspida, instansi pemerintahan, parpol, para caleg, pemilih pemula, dan lainnya. Kegiatan yang dibuka Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno itu mengambil titik start dan finish di depan kantor KPU Kota Cirebon.
(lns)