HT: Kesejahteraan masih jadi persoalan Indonesia
Minggu, 09 Maret 2014 - 09:59 WIB
HT: Kesejahteraan masih jadi persoalan Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo (HT) telah melakukan kunjungan di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Dirinya pun menemukan persoalan besar tanah air yang belum bisa dituntaskan pemerintah. Pertama adalah masalah kesejahteraan.
"Dari apa yang saya lihat, Indonesia masalahnya jelas. Hampir semua di kota dan kabupaten besar kemungkinan yang kita rasakan masalah kesejahteraan," kata HT kepada Sindonews usai menghadiri acara Run with Heart, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (9/3/2014).
Persoalan kesejahteraan yang paling terlihat, sambung HT ialah masalah kesenjangan sosial di tanah air yang begitu lebar. "Jadi kaya sama miskin bedanya jauh sekali yang miskin itu miskin sekali," terangnya.
Masalah lain yang dia temukan adalah masalah pendidikan yang dikatakan dia belum maksimal. Tak hanya itu, HT juga menemukan masalah fasilitas kesehatan yang belum baik hingga jumlah pengangguran di Indonesia yang masih banyak.
"Kemudian masalah pendidikan yang kurang baik serta masalah fasilitas kesehatan, dan pengangguran, hampir di semua wilayah Indonesia," pungkasnya.
Dirinya pun menemukan persoalan besar tanah air yang belum bisa dituntaskan pemerintah. Pertama adalah masalah kesejahteraan.
"Dari apa yang saya lihat, Indonesia masalahnya jelas. Hampir semua di kota dan kabupaten besar kemungkinan yang kita rasakan masalah kesejahteraan," kata HT kepada Sindonews usai menghadiri acara Run with Heart, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (9/3/2014).
Persoalan kesejahteraan yang paling terlihat, sambung HT ialah masalah kesenjangan sosial di tanah air yang begitu lebar. "Jadi kaya sama miskin bedanya jauh sekali yang miskin itu miskin sekali," terangnya.
Masalah lain yang dia temukan adalah masalah pendidikan yang dikatakan dia belum maksimal. Tak hanya itu, HT juga menemukan masalah fasilitas kesehatan yang belum baik hingga jumlah pengangguran di Indonesia yang masih banyak.
"Kemudian masalah pendidikan yang kurang baik serta masalah fasilitas kesehatan, dan pengangguran, hampir di semua wilayah Indonesia," pungkasnya.
(nfl)