Bawaslu gandeng mahasiswa jadi pengawas pemilu
Kamis, 06 Maret 2014 - 16:09 WIB
Bawaslu gandeng mahasiswa jadi pengawas pemilu
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah merekrut mahasiswa menjadi relawan pengawas pemilu. Mereka sebagai pengganti Mitra Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) yang ditiadakan.
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad Al Hamid mengatakan, kemarin Kemendikbud dan Bawaslu menandatangani nota kesepahaman untuk merekrut mahasiswa untuk bersama-sama mengawasi pemilu. Pemerintah mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pemilih pasif namun aktif menjadi pengawas.
"Karena Mitra PPL tidak jadi dianggarkan oleh pemerintah maka kami melihat potensi yang besar dari mahasiswa sebagai pengawas. Potensinya tidak hanya dari segi jumlah namun juga akademik karena menjadi pengawas bukan pekerjaan main-main," katanya ditemui usai Rembuk Nasional Pendidikan di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Dia menyatakan, meski nota kesepahaman baru ditandatangani kemarin namun proses perekrutannya sudah berjalan lama. Menurut dia, perekrutan ini sejalan dengan program 'Sejuta Relawan' yang bersama dengan Bawaslu daerah yang bertugas merekrut mahasiswa-mahasiswa itu.
Mendikbud M Nuh sendiri yang mengirim surat ke rektor untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut. Sementara, Bawaslu yang akan melatih para mahasiswa ini mengenai potensi pelanggaran apa yang wajib dicermati.
Sedangkan, Kemendikbud yang menanggung logistik dan perlengkapan. Muhammad tidak menyinggung honor bagi mahasiswa pengawas, karena relawan berbeda sifatnya dengan saksi pemilu yang mendapat honor. Namun, mahasiswa akan diberi dana pengganti transport dan juga sertifikat.
Muhammad menjelaskan, mahasiswa yang menjadi pengawas adalah yang sudah semester lima, sudah berumur 17 tahun dan berindeks prestasi kumulatif 3.0. Pada 9 April mereka akan berkesempatan mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing.
Setelah itu mereka langsung menjadi pengawas pemilu. Dimana masing-masing TPS akan ditempatkan dua mahasiswa sebagai pengawas. Dia menuturkan, terlibatnya mahasiswa sebagai relawan pengawas juga akan berefek mendorong partisipasi dan mendongkrak jumlah pemilih muda.
"Mereka akan menjadi mata dan telinga Bappilu. Mereka tidak hanya menjadi pelengkap namun aktor utama pengawas Pemilu," terang Muhammad.
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad Al Hamid mengatakan, kemarin Kemendikbud dan Bawaslu menandatangani nota kesepahaman untuk merekrut mahasiswa untuk bersama-sama mengawasi pemilu. Pemerintah mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pemilih pasif namun aktif menjadi pengawas.
"Karena Mitra PPL tidak jadi dianggarkan oleh pemerintah maka kami melihat potensi yang besar dari mahasiswa sebagai pengawas. Potensinya tidak hanya dari segi jumlah namun juga akademik karena menjadi pengawas bukan pekerjaan main-main," katanya ditemui usai Rembuk Nasional Pendidikan di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Dia menyatakan, meski nota kesepahaman baru ditandatangani kemarin namun proses perekrutannya sudah berjalan lama. Menurut dia, perekrutan ini sejalan dengan program 'Sejuta Relawan' yang bersama dengan Bawaslu daerah yang bertugas merekrut mahasiswa-mahasiswa itu.
Mendikbud M Nuh sendiri yang mengirim surat ke rektor untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut. Sementara, Bawaslu yang akan melatih para mahasiswa ini mengenai potensi pelanggaran apa yang wajib dicermati.
Sedangkan, Kemendikbud yang menanggung logistik dan perlengkapan. Muhammad tidak menyinggung honor bagi mahasiswa pengawas, karena relawan berbeda sifatnya dengan saksi pemilu yang mendapat honor. Namun, mahasiswa akan diberi dana pengganti transport dan juga sertifikat.
Muhammad menjelaskan, mahasiswa yang menjadi pengawas adalah yang sudah semester lima, sudah berumur 17 tahun dan berindeks prestasi kumulatif 3.0. Pada 9 April mereka akan berkesempatan mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing.
Setelah itu mereka langsung menjadi pengawas pemilu. Dimana masing-masing TPS akan ditempatkan dua mahasiswa sebagai pengawas. Dia menuturkan, terlibatnya mahasiswa sebagai relawan pengawas juga akan berefek mendorong partisipasi dan mendongkrak jumlah pemilih muda.
"Mereka akan menjadi mata dan telinga Bappilu. Mereka tidak hanya menjadi pelengkap namun aktor utama pengawas Pemilu," terang Muhammad.
(kri)