HT, anak desa yang bermimpi mengubah Indonesia
Rabu, 05 Maret 2014 - 16:46 WIB
HT, anak desa yang bermimpi mengubah Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Calon Wakil Presiden Hary Tanoesoedibjo (HT) mengenalkan diri sebagai putra asli Jawa Timur.
Di depan jemaah Muslimat NU, guru MI dan PAUD LP Maarif NU Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, HT menukil kisahnya sebagai anak desa.
Demi perubahan hidup yang lebih baik, anak desa yang menjadi Ketua Bappilu Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu memutuskan mengadu nasib ke ibu kota.
"Tentunya di sini saya harus mengenalkan diri dulu. Saya lahir di Surabaya. Ayah asal Trenggalek dan ibu dari sebuah Desa di Bangilan, Tuban. Saya asli Jawa Timur," tuturnya disambut tepuk tangan meriah, Rabu (5/3/2014).
Kerja kerasnya di Jakarta berbuah manis. Ikhtiar yang ditekuni selama bertahun tahun mengantarkannya sebagai pengusaha besar. Kini, sedikitnya 30 ribu masyarakat Indonesia telah menjadi karyawannya.
"Tidak hanya media. Usaha saya juga ada di dunia perbankan dan asuransi, "tuturnya.
Rezeki sebagai seorang pengusaha besar begitu berlimpah. HT mengaku mensyukurinya. Namun baginya, hidup harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat.
"Itulah tujuan saya masuk politik. Bukan untuk mencari rezeki. Tapi ingin menjadi bagian dari perubahan Indonesia," terangnya.
Demi mimpi perubahan Indonesia lebih baik, HT pun melakukan road show. Blusukan ke seluruh daerah di Indonesia. Menyerap segala permasalahan bangsa dan berusaha semaksimal mungkin memberikan jalan keluarnya.
Seperti, hari ini bersama caleg Partai Hanura Dapil 6 (Blitar, Tulungagung dan Kediri) Anna Lutfie, adik kandung Gus Dur, Liliy Wahid dan Jendral Soebagyo HS, HT melakukan pertemuan dengan gabungan kelompok tani di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Selain melakukan peletakan batu pertama Balai Pertemuan Tani, Cawapres Hanura ini juga ikut menanam cabe bersama petani.
"Saya sudah keliling Indonesia. Itulah kenapa perlu ada pasangan WIN-HT yang akan mengantarkan perubahan Indonesia lebih baik, " tegasnya lagi-lagi disambut aplaus tepuk tangan.
Menurut HT, Indonesia membutuhkan sebuah lompatan untuk menjadi sebuah negara maju. Sebab secara ekonomi, pendapatan rata- rata penduduk negara maju setiap bulan Rp12 juta per bulan.
Secara ekonomi Indonesia juga belum bisa sepenuhnya dikategorikan sebagai negara berkembang.Sebab, meski pendapatan rata-rata Rp3,5 juta per bulan, jurang antara si miskin dan si kaya masih begitu lebar.
"Sementara di negara berkembang pendapatan rata-rata masyarakatnya Rp4 juta per bulan," paparnya.
Salah satu kunci perubahan lebih baik ada pada pendidikan dan kesehatan. Karenanya, dengan sikap tegas, peduli dan bersih dari prilaku korupsi, bersama WIN-HT, Indonesia akan berubah lebih baik.
"WIN-HT bertujuan mengabdi kepada masyarakat Indonesia untuk perubahan lebih baik," pungkasnya.
Seperti diketahui, usai bersilaturahmi dengan jamaah Muslimat NU, HT berencana ziarah ke Makam Proklamator Bung Karno di Kota Blitar.
Di depan jemaah Muslimat NU, guru MI dan PAUD LP Maarif NU Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, HT menukil kisahnya sebagai anak desa.
Demi perubahan hidup yang lebih baik, anak desa yang menjadi Ketua Bappilu Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu memutuskan mengadu nasib ke ibu kota.
"Tentunya di sini saya harus mengenalkan diri dulu. Saya lahir di Surabaya. Ayah asal Trenggalek dan ibu dari sebuah Desa di Bangilan, Tuban. Saya asli Jawa Timur," tuturnya disambut tepuk tangan meriah, Rabu (5/3/2014).
Kerja kerasnya di Jakarta berbuah manis. Ikhtiar yang ditekuni selama bertahun tahun mengantarkannya sebagai pengusaha besar. Kini, sedikitnya 30 ribu masyarakat Indonesia telah menjadi karyawannya.
"Tidak hanya media. Usaha saya juga ada di dunia perbankan dan asuransi, "tuturnya.
Rezeki sebagai seorang pengusaha besar begitu berlimpah. HT mengaku mensyukurinya. Namun baginya, hidup harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat.
"Itulah tujuan saya masuk politik. Bukan untuk mencari rezeki. Tapi ingin menjadi bagian dari perubahan Indonesia," terangnya.
Demi mimpi perubahan Indonesia lebih baik, HT pun melakukan road show. Blusukan ke seluruh daerah di Indonesia. Menyerap segala permasalahan bangsa dan berusaha semaksimal mungkin memberikan jalan keluarnya.
Seperti, hari ini bersama caleg Partai Hanura Dapil 6 (Blitar, Tulungagung dan Kediri) Anna Lutfie, adik kandung Gus Dur, Liliy Wahid dan Jendral Soebagyo HS, HT melakukan pertemuan dengan gabungan kelompok tani di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Selain melakukan peletakan batu pertama Balai Pertemuan Tani, Cawapres Hanura ini juga ikut menanam cabe bersama petani.
"Saya sudah keliling Indonesia. Itulah kenapa perlu ada pasangan WIN-HT yang akan mengantarkan perubahan Indonesia lebih baik, " tegasnya lagi-lagi disambut aplaus tepuk tangan.
Menurut HT, Indonesia membutuhkan sebuah lompatan untuk menjadi sebuah negara maju. Sebab secara ekonomi, pendapatan rata- rata penduduk negara maju setiap bulan Rp12 juta per bulan.
Secara ekonomi Indonesia juga belum bisa sepenuhnya dikategorikan sebagai negara berkembang.Sebab, meski pendapatan rata-rata Rp3,5 juta per bulan, jurang antara si miskin dan si kaya masih begitu lebar.
"Sementara di negara berkembang pendapatan rata-rata masyarakatnya Rp4 juta per bulan," paparnya.
Salah satu kunci perubahan lebih baik ada pada pendidikan dan kesehatan. Karenanya, dengan sikap tegas, peduli dan bersih dari prilaku korupsi, bersama WIN-HT, Indonesia akan berubah lebih baik.
"WIN-HT bertujuan mengabdi kepada masyarakat Indonesia untuk perubahan lebih baik," pungkasnya.
Seperti diketahui, usai bersilaturahmi dengan jamaah Muslimat NU, HT berencana ziarah ke Makam Proklamator Bung Karno di Kota Blitar.
(lns)