Resmi pimpin MUI, Din Syamsuddin konsolidasi pengurus

Rabu, 05 Maret 2014 - 16:10 WIB
Resmi pimpin MUI, Din...
Resmi pimpin MUI, Din Syamsuddin konsolidasi pengurus
A A A
Sindonews.com - Setelah meninggalnya KH MA Sahal Mahfudh, posisi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengalami kekosongan. Setelah melakukan Rapat Paripurna MUI, di Jakarta, Selasa 4 Maret 2014, secara resmi menunjuk Din Syamsuddin sebagai Ketua Umum MUI Pusat.

Ketua PP Muhammadiyah tersebut mengaku, siap untuk menjadikan MUI sebagai bagian dari pelayan umat (khadim al ummat). Pasalnya, MUI selama ini dianggap sebagai pelayan pemerintah (khadim al hukumah)

“Saya ingin MUI terhadap ummatnya menjadi khadim al ummat dan terhadap pemerintah menjadi shadiq al umara (sahabat pemerintah),” kata Din Syamsuddin, seperti dikutip dari situs MUI, Rabu (5/3/2014).

Agenda utama yang ingin dijalankan dalam kepengurusannya yang tidak lama lagi, Din mengungkapkan, “MUI ke depan harus dimanfaatkan untuk konsolidasi kepengurusan, pemberdayaan ekonomi ummat dan pembangunan akhlak bangsa.”

Pria kelahiran Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menjelaskan, ada dua jalur strategis yang bisa dilakukan MUI, dalam pemberdayaan umat. Pertama dari sisi ekonomi dan kedua dari sisi pendidikan. Menurutnya, kedua hal ini memiliki dampak sistemik terhadap kehidupan umat beragama.

"Konsolidasi yang kita miliki harus menjadi modal karena MUI adalah organisasi yang paling lengkap dengan peraturan dan ketentuan yang terbukukan, termasuk terhadap nilai-nilai yang sudah dimiliki organisasi," tuturnya.

Dia berkomitmen, dalam kepemimpinannya tidak akan keluar dari nilai-nilai dasar yang telah dimiliki organisasi, “Saya sendiri tidak akan keluar dari nilai-nilai yang sudah dimiliki organisasi, justru dengan itu kita bisa konsolidasi dan bila perlu revitalisasi terhadap nilai-nilai yang ada,” ungkapnya.

Dengan begitu, imbuhnya, MUI bisa mengembalikan kewibawaannya baik itu di hadapan mejelis agama lain maupun di kalangan ormas Islam. Meskipun hubungan MUI dengan ormas-ormas Islam hanya sekadar konsultatif, tetapi bisa dijalin hubungan yang lebih dari sekadar konsultatif dan kongkret. “Karena pilar-pilar MUI adalah dari ormas-ormas Islam,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, di 2014 ini terjadi perubahan signifikan dan mendasar terhadap umat Islam di Indonesia. Umat Islam yang dulunya bisa menjadi problem solver bangsa (solusi masalah), kini sering dianggap sebagai part of the problem (bagian dari masalah).

"Oleh karena itu, perlu ada langkah kongkret untuk mengembalikan posisi umat Islam dengan tiga program utama MUI itu," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
MUI Kritisi Acara Pemerintah...
MUI Kritisi Acara Pemerintah Tak Perhatikan PSBB Protokol Kesehatan
Polisi Gelar Olah TKP...
Polisi Gelar Olah TKP Pasca Penembakan di Kantor MUI
Usai Terjadi Penembakan,...
Usai Terjadi Penembakan, Kantor MUI Dijaga Ketat Brimob
Ironi! Berkumpul di...
Ironi! Berkumpul di Masjid Dilarang, Tapi di Mal dan Bandara Tidak
Himbau Akhiri Polemik...
Himbau Akhiri Polemik Pembubaran MUI, Pj Ketum PB HMI Minta Perbaiki Rekrutmen dilakukan Transparan
Ngaku Wakil Nabi, Ini...
Ngaku Wakil Nabi, Ini Isi Surat Lengkap Pelaku Penembakan Kantor MUI
Berita Terkini
Kejagung Bongkar Modus...
Kejagung Bongkar Modus Rekayasa Uji Lab untuk Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang
Legislator PKB Dukung...
Legislator PKB Dukung Danantara Bongkar Dugaan Fraud Bertahun-tahun di Pos Indonesia
Penggugat Ijazah Jokowi...
Penggugat Ijazah Jokowi Minta 9 Tergugat Akui Salah dan Minta Maaf
Kejagung Tahan 3 Tersangka...
Kejagung Tahan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Pertambangan Nonlogam
Ucapan Yang Mulia Takut...
Ucapan Yang Mulia Takut Ya Berbuntut Panjang, 2 Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi
Prabowo dan Modi Resmikan...
Prabowo dan Modi Resmikan Kerja Sama Indonesia-India untuk Konservasi Candi Prambanan
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved