Diperiksa KPK, Dirut Pertamina merasa ngeri
Selasa, 04 Maret 2014 - 16:21 WIB
Diperiksa KPK, Dirut Pertamina merasa ngeri
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta untuk terdakwa Rudi Rubiandini, mantan Kepala SKK Migas.
Karen mengaku, merasa takut ketika harus menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Orang profesional kaya saya, masuk ke KPK itu agak ngeri ya. Grogi Pak. Saya tidak tahu apa yang mau ditanya," kata Karen saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Dalam kesaksiannya, Karen mengaku awalnya tidak mengetahui detail terkait fungsi seorang saksi. "Saya tidak tahu apa itu saksi, bagaimana fungsinya. Pertama-tama saya dikasih tahu tapi enggak begitu jelas maksudnya," tutur Karen.
Namun, Karen tak menampik pernah ditelpon oleh Rudi diminta menyiapkan uang yang diistilahkan 'tutup kendang' untuk keperluan rapat dengan DPR RI.
"Akan ada pengesahan APBNP tahun 2013 siang itu. Beliau menyampaikan 'buka kendang' dari saya (Rudi), 'tutup kendang' dari Pertamina," jelasnya.
Karen juga tidak membantah pernah mengaku kepada Rudi sudah memberikan langsung kepada DPR. Hal itu dilakukannya supaya tidak ditagih terus oleh Rudi.
"Iya saya bicara itu, tapi saya tidak kasih Pak. Itu siasat saya saja bicara seperti itu, agar tidak terus-terusan ditagih Pak Rudi," tukas Karen.
Baca berita:
Karen bantah pernah dimintai THR oleh DPR
Karen mengaku, merasa takut ketika harus menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Orang profesional kaya saya, masuk ke KPK itu agak ngeri ya. Grogi Pak. Saya tidak tahu apa yang mau ditanya," kata Karen saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (4/3/2014).
Dalam kesaksiannya, Karen mengaku awalnya tidak mengetahui detail terkait fungsi seorang saksi. "Saya tidak tahu apa itu saksi, bagaimana fungsinya. Pertama-tama saya dikasih tahu tapi enggak begitu jelas maksudnya," tutur Karen.
Namun, Karen tak menampik pernah ditelpon oleh Rudi diminta menyiapkan uang yang diistilahkan 'tutup kendang' untuk keperluan rapat dengan DPR RI.
"Akan ada pengesahan APBNP tahun 2013 siang itu. Beliau menyampaikan 'buka kendang' dari saya (Rudi), 'tutup kendang' dari Pertamina," jelasnya.
Karen juga tidak membantah pernah mengaku kepada Rudi sudah memberikan langsung kepada DPR. Hal itu dilakukannya supaya tidak ditagih terus oleh Rudi.
"Iya saya bicara itu, tapi saya tidak kasih Pak. Itu siasat saya saja bicara seperti itu, agar tidak terus-terusan ditagih Pak Rudi," tukas Karen.
Baca berita:
Karen bantah pernah dimintai THR oleh DPR
(kri)