Warga Kupang ingin Mahfud-Prabowo?
Senin, 03 Maret 2014 - 01:12 WIB
Warga Kupang ingin Mahfud-Prabowo?
A
A
A
Sindonews.com - Warga Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD berpasangan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden tahun 2014 ini.
Hal ini terungkap ketika Mahfud menjadi pembicara tunggal dalam kuliah umum "Pluralisme dan Kebangsaan" di STIE Oemathonis Kupang, NTT, Minggu (2/3/2014).
Pada acara tersebut, Mahfud MD dikenalkan sebagai guru besar hukum tata negara, dan seorang calon presiden mendatang. Dua orang pemandu acara mengharapkan Mahfud berpasangan dengan Prabowo kelak.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan para peserta diskusi, termasuk pimpinan terguruan tinggi tersebut. Mahfud yang duduk di kursi paling depan hanya tersenyum mendengar pernyataan kedua pemandu acara itu.
Dalam kuliah umumnya, Mahfud sama sekali tidak menyetuh materi terkait dengan pencapresannya pada Pilpres Juli mendatang. Calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu justru mengulas tentang pluralisme, yang menurutnya harus terus hidup dan dikembangkan.
"Setiap orang di negeri ini harus diberi kebebasan dan dihargai dalam menjalankan keyakinannya," ungkap Mahfud yang dalam berbagai tempat kunjungannya di NTT selalu dipandang sebagai penerus perjuangan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Hal ini terungkap ketika Mahfud menjadi pembicara tunggal dalam kuliah umum "Pluralisme dan Kebangsaan" di STIE Oemathonis Kupang, NTT, Minggu (2/3/2014).
Pada acara tersebut, Mahfud MD dikenalkan sebagai guru besar hukum tata negara, dan seorang calon presiden mendatang. Dua orang pemandu acara mengharapkan Mahfud berpasangan dengan Prabowo kelak.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan para peserta diskusi, termasuk pimpinan terguruan tinggi tersebut. Mahfud yang duduk di kursi paling depan hanya tersenyum mendengar pernyataan kedua pemandu acara itu.
Dalam kuliah umumnya, Mahfud sama sekali tidak menyetuh materi terkait dengan pencapresannya pada Pilpres Juli mendatang. Calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu justru mengulas tentang pluralisme, yang menurutnya harus terus hidup dan dikembangkan.
"Setiap orang di negeri ini harus diberi kebebasan dan dihargai dalam menjalankan keyakinannya," ungkap Mahfud yang dalam berbagai tempat kunjungannya di NTT selalu dipandang sebagai penerus perjuangan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
(hyk)